Letusan merapi

Radius Aman Magelang dan Klaten Turun

Kompas.com - 14/11/2010, 01:27 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Kini radius aman letusan Gunung Merapi berubah untuk Kabupaten Boyolali, Magelang, dan Klaten. Radius aman Merapi kini menurun untuk tiga kabupaten tersebut, Sabtu (13/10/2010).

Beberapa hari ini status radius aman Merapi adalah 20 kilometer, sekarang berubah, kecuali untuk Kabupaten Sleman Yogyakarta. Menurut staf khusus presiden bidang sosial dan bencana, Andi Arif, dalam akun twitternya menjelaskan bahwa perubahan status radius tersebut di antaranya Boyolali 10 kilometer, Magelang 15 kilometer, dan Klaten 10 kilometer..

"Status merapi tetap: Awas Merapi! Sleman tetap pada radius 20 kilometer," ujarnya.

Pertimbangan perubahan radius aman merapi di tiga kabupaten Jawa Tengah tersebut di antaranya, awan panas dari Puncak Gunung Merapi. Saat ini sudah diketahui bila jarak luncuran awan panas di Kabupaten Sleman kali Gendol 14 kilometer jauhnya, Magelang kali Bebeng jaraknya 11,5 kilometer, Boyolali kali Apu 4 kilometer, dan Klaten kali Woro 7 kilometer.

Meskipun demikian, berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 13 November 2010 dari pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB, menunjukkan aktivitas Gunung Merapi masih tinggi. Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi pada tingkat Awas (level 4).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau