JAKARTA, KOMPAS.com — Gayus Tambunan dinilai perlu dilindungi secara khusus sebagai saksi kunci dalam kasus mafia pajak dan mafia hukum yang kini tengah merebut perhatian banyak orang. Namun, kelakuannya yang dengan mudah keluar masuk rutan menjadi pertanyaan tersendiri. Mengapa Gayus bisa sedemikian pongahnya?
"Dia sangat penting, tapi pongah sekali ya dia, dia sudah pede. Kepolisian ada di genggaman tangannya dengan Rp 100 juta setiap keluar. Lalu dia berani keluar, jangan-jangan merasa dukungan politiknya kuat. Aku ngeriku di situ. Padahal dia paham, kasusnya mendapat perhatian luar biasa," ungkap Anggota Komisi III Eva Sundari di Gedung Nusantara III MPR/DPR/DPD RI, Senin (15/11/2010).
Kelakuan Gayus ini, lanjutnya, mencoreng wajah hukum dan aparat kepolisian Indonesia. Kepercayaan diri Gayus untuk menempuh risiko ini menjadi pertanyaan penting meski profesionalitas aparat masih disayangkan. Politisi PDI-P ini mengatakan, ketika ditahan polisi, seharusnya keselamatan Gayus menjadi tanggung jawab polisi. Namun, ternyata pihak yang bertanggung jawab malah menempuh risiko besar pula dengan memberikan kebebasan kepada Gayus.
"Ya itu yang aku ironiskan dengan kepolisian. Kalau sudah masuk tahanan kan tanggung jawab di keselamatannya. Tapi kok dibiarkan keluar-keluar seenaknya sendiri," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang