Keluar rutan

Penyidik Cari Bukti Susno dan Wiliardi

Kompas.com - 15/11/2010, 15:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski mantan Kepala Rutan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Komisaris Iwan Siswanto mengakui bahwa dua penghuni rutan lain, yakni Komjen Susno Duadji dan Kombes Williardi Wizar, juga pernah diberi keistimewaan dapat keluar rutan, penyidik Bareskrim Polri masih perlu mencari bukti untuk menjerat keduanya.

"Masih dibuktikan dulu, itu kan kata orang," ucap Kepala Bareskrim Polri Komjen Ito Sumardi di Mabes Polri, Senin (15/11/2010), ketika ditanya apakah Susno dan Williardi ikut dijadikan tersangka.

Seperti diberitakan, Iwan ditetapkan sebagai tersangka setelah mengakui menerima suap dari Gayus. Pengacara Iwan, Berlin Pandiangan, menyebutkan, kliennya mengaku menerima suap dari Gayus sebesar Rp 368 juta. Selain Iwan, polisi juga menetapkan delapan penjaga rutan lain sebagai tersangka. Gayus pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Iwan melalui pengacaranya, Berlin Pandiangan, juga mengaku pernah memberikan izin beberapa kali kepada Susno dan Williardi. Atas pemberian izin itu, Iwan mengaku tidak menerima imbalan lantaran keduanya masih atasannya di Polri.

Iwan hanya mengaku menerima Rp 10 juta dari Susno serta sembako untuk penjaga rutan lain. "Pak Susno iba dengan kondisi keluarga Iwan. Istrinya sakit keras," ucap Berlin beberapa waktu lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau