Gayus mengaku

MPR: Telusuri Juga Motif Gayus ke Bali

Kompas.com - 15/11/2010, 17:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Gayus mengaku, Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saefuddin mendesak aparat kepolisian untuk menelusuri motivasi Gayus Tambunan pergi ke Bali. Menurut Lukman, penelusuran tak boleh berhenti hanya sampai pada fakta bahwa Gayus telah dengan mudah keluar masuk tahanan.

"Dengan kelakuan seperti itu, maka harus dilacak dan ditelusuri untuk urusan apa dia ke sana. Jadi jangan hanya sekadar berhenti pada dia keluar tahanan, tetapi juga untuk keperluan apa," tegasnya di Gedung Nusantara III MPR/DPR/DPD RI, Senin (15/11/2010).

Menurut politisi PPP ini, penelusuran fakta mengenai motivasi Gayus pergi ke Bali sangat penting karena perhatian masyarakat sedang tertuju pada kasus Gayus. Pengungkapan motivasi diperlukan agar masyarakat tidak bertanya-tanya dan informasi tersebut bisa berguna untuk mengungkap skenario lain yang lebih besar di balik ketidakdisiplinan Gayus ini.

Pasalnya, penyamaran Gayus dengan wig dan kacamata berbingkai besar pun dinilai tak maksimal sebagai sebuah penyamaran seorang Gayus. Oleh karena itu, aparat penegak hukum harus bekerja all out.

"Banyaklah (dugaan dan skenario). Analisis bisa bermacam-macam, motivasi juga bisa bermacam-macam. Bisa jadi, ini hanya keteledoran saja. Tapi bisa jadi juga ini ada hidden agenda di balik ini," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau