ATHENA, Senin -
Pemeriksaan bertujuan mengkaji bagaimana Yunani mengalokasikan pinjaman 110 miliar euro dari tiga lembaga tersebut selama tiga tahun. Bantuan diberikan untuk mencegah Yunani dari kebangkrutan akibat tumpukan utang.
Dana talangan itu diberikan setelah Eurostats Uni Eropa merevisi utang Yunani dan angka defisit untuk tahun 2006-2009.
Badan statistik UE itu juga merevisi defisit anggaran Pemerintah Yunani pada tahun 2009 dari 13,6 persen menjadi di atas 15 persen dari produk domestik bruto (PDB). Revisi ini menunjukkan bahwa Yunani tidak dapat mencapai target penurunan defisit menjadi 8,1 persen dari PDB tahun 2010.
Anggaran defisit tahun 2009 demikian juga utang Yunani lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, menurut Eurostats. Dengan demikian, tampaknya Yunani tidak akan dapat mencapai target penyehatan keuangan seperti dijanjikan sebelumnya.
Utang Pemerintah Yunani mencapai 126,8 persen dari PDB pada 2009, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat utang negara-negara Uni Eropa lain.
Perdana Menteri Yunani George Papandreou menekankan pekan lalu bahwa pemerintah masih dapat menekan defisit setidaknya sebesar 5,5 persen poin hingga akhir tahun ini seperti yang telah dijanjikan.
Akan tetapi, dalam wawancara pada akhir pekan lalu dengan sebuah surat kabar, Papandreou mengakui revisi defisit tersebut akan menambah tekanan bagi pemerintahannya untuk terus memangkas pengeluaran pemerintah.
Dia juga mengatakan, Yunani akan meminta perpanjangan waktu pembayaran utang-utangnya. Yunani berupaya menaikkan pendapatan negara, tetapi tetap saja berada di belakang target yang telah ditentukan. Walaupun demikian, Yunani dianggap telah berhasil memperbaiki keadaan keuangan negara menjadi lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.
Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah penghematan, termasuk memangkas gaji pegawai negeri, meningkatkan pungutan pajak, dan membekukan tunjangan pensiun.
Langkah pemerintah ini mendapatkan perlawanan dari serikat pekerja yang melakukan berbagai macam protes dan aksi demonstrasi. Beberapa aksi itu bahkan telah menyebabkan bentrokan dan sampai menimbulkan korban jiwa.
Yunani adalah contoh dari status perekonomian di kawasan Uni Eropa yang umumnya terlilit utang.