Yunani

Kas Negara Diperiksa, Defisit Direvisi

Kompas.com - 16/11/2010, 05:12 WIB

ATHENA, Senin - Menteri Keuangan Yunani harus menghadapi tim pemeriksa gabungan dari Dana Moneter Internasional, Komisi Eropa, dan Bank Sentral Eropa. Tim itu akan memeriksa anggaran Yunani, Senin (15/11).

Pemeriksaan bertujuan mengkaji bagaimana Yunani mengalokasikan pinjaman 110 miliar euro dari tiga lembaga tersebut selama tiga tahun. Bantuan diberikan untuk mencegah Yunani dari kebangkrutan akibat tumpukan utang.

Dana talangan itu diberikan setelah Eurostats Uni Eropa merevisi utang Yunani dan angka defisit untuk tahun 2006-2009. Yunani sebelumnya memanipulasi anggarannya sehingga terlihat baik-baik saja.

Badan statistik UE itu juga merevisi defisit anggaran Pemerintah Yunani pada tahun 2009 dari 13,6 persen menjadi di atas 15 persen dari produk domestik bruto (PDB). Revisi ini menunjukkan bahwa Yunani tidak dapat mencapai target penurunan defisit menjadi 8,1 persen dari PDB tahun 2010.

Anggaran defisit tahun 2009 demikian juga utang Yunani lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya, menurut Eurostats. Dengan demikian, tampaknya Yunani tidak akan dapat mencapai target penyehatan keuangan seperti dijanjikan sebelumnya.

Utang Pemerintah Yunani mencapai 126,8 persen dari PDB pada 2009, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat utang negara-negara Uni Eropa lain.

Perdana Menteri Yunani George Papandreou menekankan pekan lalu bahwa pemerintah masih dapat menekan defisit setidaknya sebesar 5,5 persen poin hingga akhir tahun ini seperti yang telah dijanjikan.

Minta perpanjangan waktu

Akan tetapi, dalam wawancara pada akhir pekan lalu dengan sebuah surat kabar, Papandreou mengakui revisi defisit tersebut akan menambah tekanan bagi pemerintahannya untuk terus memangkas pengeluaran pemerintah.

Dia juga mengatakan, Yunani akan meminta perpanjangan waktu pembayaran utang-utangnya. Yunani berupaya menaikkan pendapatan negara, tetapi tetap saja berada di belakang target yang telah ditentukan. Walaupun demikian, Yunani dianggap telah berhasil memperbaiki keadaan keuangan negara menjadi lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah penghematan, termasuk memangkas gaji pegawai negeri, meningkatkan pungutan pajak, dan membekukan tunjangan pensiun.

Langkah pemerintah ini mendapatkan perlawanan dari serikat pekerja yang melakukan berbagai macam protes dan aksi demonstrasi. Beberapa aksi itu bahkan telah menyebabkan bentrokan dan sampai menimbulkan korban jiwa.

Yunani adalah contoh dari status perekonomian di kawasan Uni Eropa yang umumnya terlilit utang. (AP/AFP/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau