Kamis Subuh Puncak Hujan Meteor Leonid

Kompas.com - 16/11/2010, 18:29 WIB

KOMPAS.com - Puncak hujan meteor Leonids diperkirakan akan terjadi antara 17-18 November 2010. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat momen berharga yang bahkan selalu ditunggu para astronom ini. Jumlah meteor Leonids selalu bervariasi setiap tahunnya. Namun para ahli meteor memprediksi bahwa tahun ini orang-orang bisa melihat kurang lebih 15-20 meteor setiap jamnya.

Peristiwa ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia asal cuaca cerah. Dari Indonesia, peristiwa tahunan ini dapat disaksikan Kamis dini hari hingga subuh. Meteor-meteor akan bergerak radial dari pusatnya sekitar Rasi Leo yang terbit sekitar pukul 01.00 dinihari di arah timur. Rasi Leo yang mengilustrasikan gambar singa khas dengan dua bintang besarnya yakni Regulus di atas dan Denebola di bawah.

Bagaimana harus melihatnya? Pertama, siapkan sebuah kursi yang memungkinkan anda untuk berbaring. Ini penting sebab bisa mencegah leher belakang terasa pegal karena terlalu banyak mendongak ke atas. Ketika malam, mungkin rasa dingin menghampiri. Jangan lupa untuk menyiapkan selimut tetap hangat dan pastinya takkan masuk angin. Segelas kopi atau teh mungkin akan menjadi teman yang baik.

Ajaklah teman untuk menikmati momen berharga ini. Selain itu, rileks saja mata Anda. Mata yang rileks akan membantu melihat meteor dengan jeli dan Anda tidak membutuhkan binokuler.

Cobalah lebih jeli dalam melihat. Beberapa meteor menghasilkan cahaya terang yang luar biasa, menyerupai bola api. Meteor itu akan tampak menyala dan meledak dalam sekejap. Anda bisa mengamati jejak ledakannya yang kadang bisa bertahan hingga beberapa detik, bahkan menit.

Kemudian, cobalah mencari waktu dan tempat yang tepat. Waktu yang tepat adalah waktu antara tenggelamnya bulan dan terbitnya matahari atau waktu dimana langit benar-benar gelap. Sementara, tempat yang tepat adalah tempat di mana Anda bisa melihat langit luas dengan lapang dan tidak terlalu banyak cahaya di sekitarnya.

Terakhir, agar nyaman dalam melihat dan Anda pun bisa merindukan kehadirannya tahun depan, tak perlu mengabadikannya dalam foto atau video. Percayalah, video atau foto hanya akan mengurangi nilai keajaiban alam anugerah Yang Maha Kuasa ini.

Rasi Leo

Meteor Leonid adalah meteor-meteor yang berada di arah rasi bintang Leo. Meteor ini merupakan serpihan-serpihan dari komet Temple Tuttle. Revolusi bumi akan membawa bumi berdekatan dengan lokasi serpihan-serpihan itu, memungkinkan beberapa serpihan memasuki atmosfer bumi dan terbakar serta tampak sebagai bola-bola cahaya.

Seorang astronom bernama Jeremie Vaubaillon dari Institut de Mecanique Celeste et de Calcul des Ephemerides di Perancis telah membuat peta terkini (tahun 2010) lintasan bumi yang "bersentuhan" dengan lintasan meteor-meteor ini.  Menurut peta tersebut, meteor akan bisa terlihat dari tanggal 8-24 November 2010, dengan puncaknya tanggal 17-18 November 2010.

Meteor itu bergerak berlawanan dengan arah gerakan bumi. Kecepatan gerak meteor ini bisa mencapai 72 kilometer per detik. Pada tahun 1999-2002, pernah terjadi fenomena badai meteor ini karena ribuan meteor Leonid bisa disaksikan setiap jamnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau