8 Langkah Tuntas Menyetrika

Kompas.com - 17/11/2010, 11:52 WIB

KOMPAS.com - Menyetrika sepintas merupakan pekerjaan sepele, namun banyak orang (termasuk perempuan) menghindari pekerjaan rumah yang satu ini. Selain menimbulkan hawa panas, sebenarnya tidak mudah menyetrika pakaian hingga licin alami. Namun dengan perlengkapan yang tepat dan pengetahuan yang cukup, menyetrika pasti jadi lebih mudah. Berikut beberapa pertanyaan penting seputar menyetrika yang benar.

Bisakah blouse berdetail disetrika?
Seperti halnya kemeja, setrika per bagian: kerah, manset, lengan, belakang, kemudian depan. Ruffle dan lipatan dapat disetrika agar lebih rapi. Tekan ujung setrika ke bagian tepi ruffle atau lipatan, tekan sedikit-sedikit ke bagian bawah. Aksen bebatuan atau sulam dapat disetrika dari sisi dalamnya, sambil sampirkan handuk sebagai alas. Jika aksen ini dilem (bukannya dijahit), pastikan Anda tidak menyetrika bagian yang dilem, bahkan bila Anda menyetrika dari sisi dalam.

Apa yang seharusnya tidak disetrika?
Beberapa bahan rentan terhadap gesekan, gosokan, atau panas dan berat dari setrika. Uap-uapkan (steam) tirai, kelambu, atau pelapis duvet, dan dasi sutra. Kain seperti beludru, rajutan, dan bahan campuran yang mengandung bahan sintetis yang mudah melar (spandeks) biasanya perlu diuap. Agar kain tidak jadi mengilap, setrika bahan gelap dari bagian belakang, atau lapisi dengan kain lebih dulu.

Apakah kancing dan pengait lain perlu dilindungi?
Tidak harus, namun menyetrika di atas pengait bisa merusak kain maupun setrika. Panas setrika dapat membuat kancing atau pengait plastik meleleh atau retak. Semua sisi kain yang kasar atau tajam dapat merusak lapisan bawah setrika. Selalu tutup resleting sebelum menyetrika. Pastikan kancing tidak terkait.

Apakah sebagian kain lebih baik disetrika dalam keadaan lembab?
Bahan katun, linen, rayon, dan sutra, perlu dilembabkan saat disetrika. Setrika dengan fitur uap cukup melembabkan. Bila Anda tidak dapat menyetrikanya segera, masukkan bahan (dalam kondisi terlipat) ke dalam lemari es selama sehari.

Bisakah bahan corduroy disetrika?
Sebaiknya diuap. Bila Anad tidak memiliki steamer, setrika bahan dari sisi dalamnya agar lipatan pada kain tidak rusak. Sebelum menyetrika bagian kaki celana dari bahan corduroy, balik celana, lalu selipkan sehelai handuk.

Dapatkah kain yang bernoda atau gosong diperbaiki?
Noda ringan karena panas setrika biasanya dapat diperbaiki. Coba cuci pakaian itu dengan deterjen atau pemutih. Untuk mengurangi efek mengilap karena tekanan setrika, basahi dan peras kain pelapis. Letakkan di atas bagian pakaian yang mengilap. Tekan dengan setrika sampai kain hampir kering.

Apa yang perlu diperhatikan ketika membeli papan setrika?
Bila Anda menggunakan setrika model lama atau tanpa fitur uap, coba papan dengan lapisan kain dari bahan Teflon. Panas yang dihasilkan dari gosokan setrika dan bahan ini akan dapat menghilangkan kerut dengan mudah. Pilihan lainnya, pelapis berbahan silikon yang halus. Untuk setrika berfitur uap, pelapis dari bahan katun adalah yang terbaik. Bahan pelapis papan setrika dijual secara terpisah di toko peralatan rumah tangga. Anda dapat mengganti-ganti pelapis, untuk menyesuaikan degnan setrika yang digunakan.

Bagaimana menyimpan pakaian yang baru disetrika?
Selalu gantung pakaian setelah disetrika. Biarkan pakaian tergantung selama sekitar lima sampai 30 menit sebelum digunakan atau dilipat dan disimpan di lemari. Dengan cara ini, pakaian tak gampang kusut.

(Denise Difulco)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau