Sekolah pascabencana

Mendiknas Tunggu Sisa APBN Rp 301 Miliar

Kompas.com - 20/11/2010, 10:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika memungkinkan, Kementerian Pendidikan Nasional atau Kemdiknas akan memanfaatkan sisa anggaran APBN 2010 sebesar Rp 301 miliar. Hanya saja, hal tersebut harus lebih dulu mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan RI.

Demikian diungkapkan Mendiknas Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat (19/11/2010), ihwal proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah di kawasan bencana letusan Gunung Merapi di DIY Yogyakarta dan sekitarnya yang harus tetap dilaksanakan. Saat ini, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan, yaitu pertama, dititipkan ke sekolah serumpun di daerah yang dekat dengan pengungsian dan, kedua, disiapkan sekolah darurat dengan memanfaatkan kelas-kelas atau lahan di tempat lain.

”Sekolah harus dibangun karena rusak dan pembersihan dari abu. Dana itu juga nantinya akan digunakan untuk swakelola, terutama bagi warga yang kehilangan pekerjaan supaya bisa membantu memperbaiki kelas dan membersihkan abu. Dari dana itu mereka akan diberikan upah,” tandas Nuh.

Sementara itu, Prof Suyanto, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas, mengatakan, upah membersihkan abu dan perbaikan tiap sekolah akan diberikan Rp 5-Rp 10 juta.

”Uang itu nantinya akan digunakan rehabilitasi kecil-kecilan dan membangun unit sekolah baru,” tutur Suyanto.

Menurut Suyanto, Menteri Keuangan akan mempermudah dan menyetujui sisa anggaran tersebut demi perbaikan di sekolah-sekolah kawasan rawan bencana. Rencananya, kata dia, uang akan dikirim dalam bentuk langsung ke sekolah.

”Ini harus gerak cepat karena pada 20 Desember 2010 semua anggaran 2010 harus segera dipertangungjawabkan. Itu berarti tinggal sebulan lagi,” imbuh Suyanto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau