JAKARTA, KOMPAS.com — Jika memungkinkan, Kementerian Pendidikan Nasional atau Kemdiknas akan memanfaatkan sisa anggaran APBN 2010 sebesar Rp 301 miliar. Hanya saja, hal tersebut harus lebih dulu mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan RI.
Demikian diungkapkan Mendiknas Mohammad Nuh di Jakarta, Jumat (19/11/2010), ihwal proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah di kawasan bencana letusan Gunung Merapi di DIY Yogyakarta dan sekitarnya yang harus tetap dilaksanakan. Saat ini, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan, yaitu pertama, dititipkan ke sekolah serumpun di daerah yang dekat dengan pengungsian dan, kedua, disiapkan sekolah darurat dengan memanfaatkan kelas-kelas atau lahan di tempat lain.
”Sekolah harus dibangun karena rusak dan pembersihan dari abu. Dana itu juga nantinya akan digunakan untuk swakelola, terutama bagi warga yang kehilangan pekerjaan supaya bisa membantu memperbaiki kelas dan membersihkan abu. Dari dana itu mereka akan diberikan upah,” tandas Nuh.
Sementara itu, Prof Suyanto, Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas, mengatakan, upah membersihkan abu dan perbaikan tiap sekolah akan diberikan Rp 5-Rp 10 juta.
”Uang itu nantinya akan digunakan rehabilitasi kecil-kecilan dan membangun unit sekolah baru,” tutur Suyanto.
Menurut Suyanto, Menteri Keuangan akan mempermudah dan menyetujui sisa anggaran tersebut demi perbaikan di sekolah-sekolah kawasan rawan bencana. Rencananya, kata dia, uang akan dikirim dalam bentuk langsung ke sekolah.
”Ini harus gerak cepat karena pada 20 Desember 2010 semua anggaran 2010 harus segera dipertangungjawabkan. Itu berarti tinggal sebulan lagi,” imbuh Suyanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang