Asian games xvi

Spektakuler! Kido/Hendra Sabet Emas

Kompas.com - 20/11/2010, 21:38 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Markis Kido/Hendra Setiawan mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di arena bulu tangkis Asian Games XVI 2010, Sabtu (20/11/10) di Tianhe Gymnasium. Di partai puncak, pasangan nomor satu Tanah Air tersebut menang 16-21, 26-24, 21-19 atas pasangan Malaysia, Koo Kean Keat/Tan Boon Heong.

Dengan demikian, Kido/Hendra menyelamatkan muka Indonesia, yang tinggal berharap kepada mereka. Peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini pun mempertahankan tradisi emas bulu tangkis Indonesia.

Kido/Hendra bermain sangat spektakuler dalam laga yang menegangkan ini. Setelah memenangkan game kedua dengan deuce, mereka menyelesaikan game ketiga dengan lebih bagus.

Di awal pertandingan, terjadi kejar-mengejar poin sehingga pertarungan berlangsung ketat. Tapi setelah skor 16-16, Hendra kerab melakukan unforced error, yang harus dibayar mahal dengan kekalahan 16-21.

Namun di game kedua, Kido/Hendra bermain lebih bagus. Serangan yang variatif serta defence kuat, membuat mantan pemain Pelatnas Cipayung ini lebih banyak memimpin perolehan poin hingga meraih game point 20-18.

Tinggal satu angka lagi, Kido/Hendra gagal menyelesaikannya sehingga lawan bisa mengejar dan memaksa deuce. Ketegangan pun mulai melanda, ketika Kido/Hendra gagal menyelesaikan empat peluang game point.

Beruntung, pada kesempatan terakhir, yaitu game point keempat--setelah Koo/Tan sempat mendapat 1 match point tetapi berhasil dimatikan lagi--Kido/Hendra berhasil menambah angka untuk menang 26-24, dan memaksa rubber game.

Pada game ketiga yang menjadi penentu, Kido/Hendra bermain lebih bagus. Mirip dengan ketika mengalahkan pasangan Korea Selatan, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae di semifinal kemarin, Kido/Hendra bermain lebih agresif.

Bukan cuma hanya mengandalkan smes-smes keras, pasangan nomor tiga dunia ini pun sesekali melancarkan drop shot, yang memaksa Koo dan Tan harus jatuh-bangun. Kido/Hendra sempat memimpin jauh 15-9.

Unggul enam angka, performa Kido/Hendra agak menurun sehingga pasangan Malaysia, yang kini peringkat dua dunia, bisa menyusul dan balik memimpin 17-16. Beruntung, mental juara yang dimiliki, serta tekad untuk meraih emas yang dicanangkannya, membuat Kido/Hendra bisa bangkit lagi dan ketika menyamakan skor jadi 19-19, mereka langsung menambah dua poin untuk menang 21-19, sekaligus menyabet emas.

Dengan demikian, Kido/Hendra mewujudkan impian Indonesia untuk sabet emas bulu tangkis. Sedangkan Muhammad Ahsan/Alvent Yulianto Chandra raih perunggu, setelah di semifinal dikalahkan Koo/Tan.

Secara keseluruhan, dari bulu tangkis Indonesia hanya meraih 1 emas dan tiga perunggu. Sebelumnya, dua perunggu diraih lewat nomor beregu putra dan putri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau