dalam kekalahan Arsenal 2-3 (2-0) pada derbi London Utara Liga Inggris di Stadion Emirates, London, Sabtu (20/11). Akibat keteledorannya, Arsenal harus membayar mahal.
Mereka tidak hanya tumbang di kandang untuk ketiga kalinya, tetapi juga gagal merebut puncak klasemen dari Chelsea. Padahal, ini momentum emas mereka menduduki takhta kendati hanya untuk sementara waktu.
Peluang emas itu musnah setelah Fabregas melakukan kebodohan—mengangkat tangan terlalu tinggi hingga membuat bola tendangan bebas Rafael van der Vaart tertahan—dan diganjar hukuman penalti.
Penalti itulah yang membuat skor menjadi seri 2-2 dan, empat menit menjelang bubar, sundulan bek Younes Kaboul menjebol gawang kiper Arsenal, Lukasz Fabianski. Tiga gol balasan Tottenham di babak kedua itu mengingatkan dahsyatnya kebangkitan tim asuhan Pelatih Harry Redknapp, yang mencetak tiga gol balasan meski tertinggal 0-4 dari Inter di Liga Champions.
Arsenal memimpin dulu 2-0 melalui gol gelandang Samir Nasri menit ke-9 dan striker Marouane Chamakh menit ke-27. Dua gol itu lahir saat lini tengah Arsenal begitu leluasa mendikte permainan kendati gol pertama tak luput dari kesalahan kiper Heurelho Gomes yang gagal mengeblok bola dribel Nasri.
Di babak kedua, Tottenham menyamakan 2-2 berkat gol Gareth Bale menit ke-50 dan gol penalti Rafael van der Vaart menit ke-67. Kaboul menjadi penentu kemenangan Tottenham setelah sundulannya atas umpan tendangan bebas Van der Vaart menjebol gawang Arsenal, empat menit menjelang bubar.
Kemenangan 3-2 itu merupakan kemenangan tandang pertama Tottenham atas Arsenal dalam 17 tahun derbi London Utara. Kemenangan itu juga mengakhiri catatan Tottenham yang tak pernah menang dalam 68 laga tandang melawan kekuatan utama, yakni Manchester United (MU), Chelsea, Arsenal, dan Liverpool.
”Saya tidak di sini untuk (balas dendam) atas 65 atau 66 laga itu. Jadi, saya tidak menyalahkan laga-laga tersebut,” kata Harry Redknapp. ”Akan tetapi, kami memberikan satu kemenangan. Tampil di sini dan membalik keadaan, seperti yang kami lakukan hari ini, adalah hasil fantastis dan bukti kami punya motivasi tinggi.”
Dengan hasil itu, Arsenal gagal melewati Chelsea. Bahkan, posisi mereka bisa melorot dan digeser MU, yang pekan ini menjamu Wigan Athletic. Hingga berita ini diturunkan, laga MU versus Wigan dan lima lainnya—termasuk Birmingham City versus Chelsea—masih berlangsung.
Pada babak pertama, Arsenal tampil mendominasi permainan berkat ketangguhan pemain lini tengah mereka, seperti Fabregas, Nasri, Andrei Arshavin, Denilson, dan Alex Song. Meski hanya menempatkan Chamakh sebagai pemain ujung tombak tunggal, para gelandang itu sering tiba-tiba muncul dan menusuk jantung pertahanan lawan.
Itulah yang terjadi dengan gol pertama Arsenal lewat kaki Nasri. Berawal dari umpan panjang Fabregas ke depan, bola diterima Samir Nasri dengan kontrol sempurna. Gelandang tim nasional Perancis ini mendorong bola masuk ke kotak penalti. Kiper Gomes berusaha menghadangnya, tetapi gagal mengeblok bola.
Akibatnya, Nasri leluasa membawa bola ke sisi kanan gawang Gomez dan dari sudut sangat sempit menyonteknya ke gawang dengan tendangan pelan. Sejak itu, gempuran ”The Gunners” kian gencar dan sulit dibendung.
Fabregas tidak hanya dirigen dan pengatur serangan Arsenal, tetapi juga sesekali menjadi penuntas serangan. Menit ke-27, Chamakh memperbesar kemenangan Arsenal menjadi 2-0.
Fabregas kembali menjadi inspirator gol kedua Arsenal yang tercipta lewat serangan balik. Ia menjadi penghubung bola dari lini belakang, lalu mengopernya ke Andrei Arshavin di kiri, yang kemudian melepaskan umpan silang dan dituntaskan Chamakh.
Tertinggal dua gol, Pelatih Tottenham Harry Redknapp menyuntikkan satu penyerang tambahan dengan memasukkan Jermain Defoe. Defoe, yang baru pulih dari cedera engkel dua bulan, menggantikan Aaron Lennon di awal babak kedua.
Kehadiran Defoe sangat signifikan dalam mempertajam serangan Tottenham. Lima menit setelah dia masuk, terciptalah gol Bale yang diceploskan dari kanan, bukan posisi asalnya di kiri.
Liga Inggris berlanjut, Minggu ini: Blackburn Rovers versus Aston Villa dan Fulham versus Manchester City.