LIWA, KOMPAS.com — Sebagian besar masyarakat Pesisir Lampung Barat menjauh dari pantai akibat getaran gempa 5,1 skala Richter yang terjadi di Provinsi Bengkulu, Minggu pukul 04.24 WIB.
"Saat terjadi getaran gempa, sebagian besar masyarakat yang tinggal di bibir pantai lari ke luar rumah dan menjauh dari bibir pantai, masyarakat takut gempa tersebut dapat berpotensi tsunami," kata masyarakat Kuala Stabas, Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung Barat, Mulyono (39), Minggu (21/11/2010).
Dia menjelaskan, getaran gempa tersebut membuat gelombang pesisir meningkat. Menurut dia, getaran gempa tersebut membuat perabotan yang terbuat dari kaca terjatuh.
"Getaran gempa tersebut cukup kuat sehingga perabotan saya banyak yang terjatuh. Beruntung, getaran tersebut tidak berlangsung lama sehingga tidak merusak barang barang lain," katanya.
Ketakutan akibat gempa yang mungkin akan diikuti tsunami, masyarakat serentak segera mengungsi.
"Sebagian besar rumah masyarakat berada di dekat bibir pantai sehingga saat terjadi gempa, mereka sontak lari dari rumah dan menjauh dari pantai. Mereka takut bencana tsunami bisa saja terjadi," katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menginformasikan terjadi gempa berkekuatan 5,1 SR, Minggu pukul 04.24 WIB, dengan pusat 73 kilometer barat daya Bintuhan Bengkulu, Bengkulu.
Lokasi gempa di 5,05 Lintang Selatan, 102,79 Bujur Timur dengan kedalaman 53 kilometer dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa juga berada pada 127 kilometer barat laut Krui Lampung, 145 barat daya Liwa-Lampung, 154 kilometer tenggara Bengkulu-Bengkulu, dan 464 kilometer barat laut Jakarta-Indonesia.
Plt Sekretaris Daerah Lampung Barat Nirlan mengatakan, masyarakat Pesisir Lampung Barat diminta waspada terhadap bahaya gempa tsunami.
"Berkali-kali kami terus mengingatkan masyarakat untuk waspada akan bencana gempa dan tsunami, yang mana daerah ini rentan terhadap bencana tersebut," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang