JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi "korban" kekacauan sistem pesawat Garuda. Anas, yang dijadwalkan terbang ke Balikpapan pukul 05.45, terpaksa menunggu berjam-jam di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, karena penerbangan Garuda ditunda.
"Terima kasih, Garuda. Akhirnya pesawat ke Balikpapan dibatalkan. Daripada ditunda terus, mungkin lebih baik dibatalkan. Senin yang sabar," tulis Anas di akun Twitter-nya, Senin (22/11/2010).
Mencermati akun Twitter Anas, Garuda mulanya mengumumkan penundaan selama 30 menit. Setelah itu, penundaan diperpanjang menjadi satu jam sebelum akhirnya penerbangan ke Balikpapan dibatalkan.
"Garuda batal ke Balikpapan. Batal kampanye di Kutim (Kutai Timur). Batal hadir di Samarinda. Tuhan punya skenario di atas yang kita mau. Tuhan Maha Berencana," tulis Anas.
Sejumlah jadwal penerbangan Garuda sejak Minggu kacau balau. Tidak hanya ditunda, sejumlah penerbangan juga dibatalkan. Kepala Komunikasi Perusahaan PT Garuda Indonesia Pujobroto menjelaskan, kekacauan disebabkan oleh sistem baru yang diterapkan Garuda.
Sebelumnya, sistem yang digunakan terpisah dan berdiri sendiri, yakni sistem untuk memantau pergerakan pesawat, awak kabin, dan penjadwalan. Sistem tersebut kemudian diintegrasikan.
Namun, saat sistem baru dijalankan, terjadi ketidaksinkronan data. Akibatnya, informasi yang diterima awak kabin tidak akurat. "Awak kabin terlambat tiba di bandara sehingga sejumlah penerbangan harus ditunda," kata Pujobroto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang