Capek, Alasan Utama Absen Bercinta

Kompas.com - 23/11/2010, 15:06 WIB

Kompas.com — Setiap orang betapa pun tinggi pengalamannya di tempat tidur, sesekali akan mengalami kelelahan dan mengantuk sehingga kehilangan gairah seksual. Namun, jangan biarkan hal ini berlangsung terlalu lama.

Bila Anda terus sibuk ke sana kemari, bekerja lembur 24/7, Anda akan dengan segera mendapatkan masalah seksual. Demikian pesan William Kohler, Direktur Florida Sleep Medicine di Tampa. "Ada banyak hal yang menjadi penyebab mereka kurang memerhatikan pasangan dan kurang tidur. Masalah kurang tidur ini bisa mengurangi gairah kita pada banyak hal," paparnya.

Bila Anda termasuk orang yang akhir-akhir ini makin jarang menikmati seks karena alasan capek tadi, Anda tidak sendirian. Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat mengungkapkan, 50 persen orang dewasa di AS menghindar dari seks karena mereka merasa terlalu lelah dan mengantuk.

Barry McCarthy, PhD, terapis seks dari Washington DC, mengingatkan pentingnya tidur yang berkualitas. "Orang sehat yang memiliki pola tidur berkualitas akan bersikap lebih terbuka pada kegiatan seksual," katanya.

Masalahnya, kebanyakan orang tidak segera menutup mata begitu mereka berada di atas tempat tidur. "Mereka masih membaca e-mail, membalas SMS atau ngobrol di telepon," kata McCarthy.

Ia menambahkan, dibutuhkan waktu sekitar satu jam sebagai masa transisi relaksasi sebelum tidur. "Bila Anda akan tidur pukul 11, paling tidak seluruh kegiatan harus dihentikan pukul 10.15. Ini berarti mematikan TV atau berhenti membuka komputer. Banyak hal yang bisa menunggu sampai esok pagi," sarannya.

Untuk memperbaiki kinerja seksual Anda, para ahli menyarankan agar Anda bersikap lebih rileks. Carilah waktu untuk bersantai dan jangan biarkan stres menguasai hidup Anda. "Menurunkan stres dan menyediakan waktu lebih banyak untuk diri sendiri akan berpengaruh pada gairah seksual Anda," kata Dr Beth Alexander, penasihat masalah seksual.

Selain tidur cukup dan pikiran yang rileks, hal lain yang dibutuhkan pria adalah stamina. Tentu saja hal ini bisa Anda dapatkan dari latihan fisik secara teratur.

Bila semua sudah dicoba, tetapi Anda masih juga merasa kehabisan energi untuk bercinta, McCarthy menyarankan agar Anda dan pasangan mencari waktu lain untuk bercinta. "Cobalah melakukan hubungan seksual di pagi hari atau di sore hari. Lain waktu coba di saat anak-anak sedang tidak di rumah," sarannya.

Yang perlu diperhatikan adalah Anda tidak perlu memaksakan diri untuk bercinta ketika kondisi tubuh sedang lelah. Yang Anda dapatkan mungkin justru kekecewaan.

Namun, untuk memelihara keintiman dengan pasangan, tak ada salahnya sebelum tidur Anda berdua saling memberikan perhatian. Saling memeluk dan menyentuh sambil bercerita mengingat memori menyenangkan di masa lalu, misalnya.

"Sangat penting untuk saling memahami keinginan pasangan. Keintiman tidak harus berakhir dengan seks. Suasana nyaman yang tercipta bisa membawa Anda pada tidur yang nyenyak atau seks yang hebat," kata McCarthy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau