JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie yang akan mengadukan beberapa media ke polisi dan Dewan Pers dinilai kurang tepat. Hal tersebut dinilai sebagai sebuah kepanikan.
"Aburizal Bakrie sejatinya tak perlu gusar, apalagi sampai ke persoalan hukum dengan melaporkan media yang disebutnya melakukan fitnah. Tindakan yang bukan saja memperlihatkan kepanikan, tetapi kurang tepat," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti di Jakarta, Rabu (24/11/2010).
Menurut Ray, seharusnya Ical—sapaan akrab Aburizal Bakrie—mendorong polisi untuk membuktikan bahwa keberadaan Gayus di Bali tidak berkaitan dengan dirinya. Artinya, kepergian Ical ke kantor polisi bukan untuk melaporkan media, melainkan mendorong polisi agar terbuka untuk membuktikan motif dan tujuan Gayus ke Bali. "Dengan begitu, Ical justru mendorong obyektivitas dugaan itu melalui perangkat yang tepat," katanya.
Sejauh ini, lanjut Ray, ia tidak mendapatkan media yang nyata-nyata menyebut nama Ical sebagai orang yang berada di belakang pelesiran Gayus ke Bali. Media hanya mendorong agar ada upaya menyelidiki motif Gayus berangkat ke Bali, dengan cara apa dan mengapa kelihatan begitu mudah.
"Permintaan itu wajar dan sangat rasional. Dengan membuat asumsi sederhana saja, pertanyaan-pertanyaan itu menjadi relevan. Bagaimana Gayus yang kasusnya mendapat sorotan nasional malah dengan tenang bisa berada di Bali dan konyolnya berada di ruang publik dengan keluarganya. Tindakan yang terlalu konyol dan naif bagi seorang terdakwa yang kasusnya sangat diperhatikan oleh seluruh masyarakat," jelasnya. (Tribunnews/Willy Widianto)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang