Tragedi kamboja

Inilah Jembatan Menuju Kematian Itu

Kompas.com - 24/11/2010, 22:12 WIB

PHNOM PENH, KOMPAS.com — Hasil penyidikan terhadap tragedi tewasnya ratusan pengunjung Festival Air di Kamboja mulai digelar.

Berdasarkan penelitian dan temuan terakhir yang dilakukan pihak tim investigasi kecelakaan nasional Kamboja, Rabu, disebutkan bahwa tragedi itu akibat jembatan bergoyang.

Menurut Letjen Sok Phal, Wakil Kepala Kepolisian Nasional Kamboja dan Ketua Tim Investigasi Kecelakaan Nasional, mengatakan, jembatan bergoyang sehingga masyarakat panik.

"Setelah kami melakukan penyelidikan dan investigasi di lapangan dan mengumpulkan bukti serta saksi mata, tragedi terjadi akibat jembatan bergoyang," kata Letjen Sok Phal, Rabu (24/11/2010).

Pihak pemerintah menepis dugaan yang berkembang bahwa ada unsur terorisme yang menyebabkan tragedi mengerikan tersebut.

"Saya katakan 100 persen merupakan kecelakaan. Tidak ada unsur terorisme. Jembatan bergoyang akibat banyaknya manusia sehingga menyebabkan kepanikan," katanya.

Berdasarkan investigasi pihak keamanan, kepanikan terjadi setelah munculnya teriakan yang memprovokasi para pengunjung bahwa jembatan akan runtuh.

"Pengunjung pun panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri dari jembatan tersebut, apalagi jembatan gantung tersebut sempat bergoyang keras," kata Prum Sokha, ketua tim investigasi tragedi Festival Air tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau