Venezuela

Chavez Peringatkan Para Pengkritiknya

Kompas.com - 25/11/2010, 03:01 WIB

Caracas, Rabu - Presiden Venezuela Hugo Chavez hari Selasa (23/11) memperingatkan bahwa ”meradikalisasi revolusi” adalah satu-satunya cara untuk menangkis sebuah ”ancaman” AS, ungkapnya dalam sebuah pidato pada parlemen.

”Tak ada ruang dalam jajaran kita, sipil atau militer, untuk kelemahan. Hanya satu arah pikiran: radikalisasi revolusi. Itu harus jadi jawaban bagi ancaman imperial itu,” kata Chavez.

Dia merujuk pada kasus Guillermo Zuloaga, kepala Globovision, pengkritik keras presiden yang kabur dari negara itu setelah dikeluarkannya surat perintah penangkapan atas dirinya.

Zuloaga, yang memberikan kesaksian mengenai kebebasan pers di Venezuela pekan lalu pada sebuah dengar pendapat Kongres AS, dikenai dakwaan makan riba dan pemerasan. Zuloaga sendiri menyangkal.

”Kaum borjuis Venezuela harus belajar bahwa mereka akan membayar mahal atas agresinya terhadap rakyat, dan bahwa mereka tidak bisa meloloskan diri dengan salah seorang perwakilannya pergi ke Kongres AS untuk menyerang Venezuela, sementara ia mempunyai sebuah stasiun TV di sini,” kata Chavez.

Presiden itu juga mendesak para anggota parlemen untuk melarang organisasi-organisasi politik, kelompok-kelompok HAM dan badan pengawas pemilu Venezuela menerima dana dari AS, dengan menuduh Washington mendanai konspirasi terhadap pemerintahnya.

”Bagaimana kita bisa terus membiarkan partai-partai politik, LSM, dan tokoh-tokoh kontrarevolusi didanai oleh kemaharajaan itu,” kata Chavez, merujuk pada Pemerintah AS.

Chavez mengimbau para anggota partainya di parlemen untuk mengesahkan undang-undang yang melarang keras pendanaan semacam itu sebelum para politisi yang baru terpilih itu menduduki kursi mereka di Majelis Nasional Venezuela.

Partai Chavez memenangi pemilu kongres bulan September, tetapi tidak berhasil mendapatkan mayoritas dua pertiga yang diperlukan untuk mengesahkan RUU. Koalisi partai-partai oposisi mendapat kemajuan dalam pemilu itu dan lawan-lawan Chavez telah bertekad untuk menghambat undang-undang yang menimbulkan pertengkaran.

Sekutu-sekutu presiden itu sudah sejak lama menuduh Pemerintah AS berkonspirasi dengan oposisi Venezuela. Tuduhan seperti itu datang dari pengacara dan aktivis politik Venezuela-AS, Eva Golinger, yang berbicara kepada para anggota parlemen sebelum Chavez.

Golinger memperingatkan, rencana-rencana untuk menggulingkan Chavez akan disusun kalau para anggota parlemen tak melarang dana asing untuk para pengkritik pemerintah. Dia sebut National Endowment for Democracy dan USAID.

Cedice, sebuah lembaga kajian konservatif yang berbasis di Caracas, Sumate, sebuah badan pengawas pemilu, serta kelompok hak-hak penduduk asli Kape Kape termasuk di antara belasan organisasi yang telah menerima bantuan dana asing sebagai bagian dari sebuah rencana untuk mendestabilisasi pemerintahan Chavez, menurut Golinger.

Ricardo Estevez, seorang perwakilan Sumate, mengatakan, dia yakin Chavez berusaha untuk mencekik secara finansial LSM yang selama ini kritis terhadap kebijakan pemerintah saat dia mempersiapkan upaya untuk dipilih kembali tahun 2012.

Sumate tidak menerima dana dari sumber-sumber AS sejak 2008, kata Estevez, dengan mengatakan bahwa dana asing tidak pernah lebih dari 6 persen dari anggaran tahunan organisasi prodemokrasi itu.

”Sebagian besar dana kami dari para donatur di Venezuela,” katanya. (AFP/AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau