Kasus korupsi

Keluarga Bahasyim Mundur sebagai Saksi

Kompas.com - 25/11/2010, 18:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sri Purwanti, istri terdakwa Bahasyim Assifie dan dua putrinya, yakni Winda Arum Hapsari dan Riandini Resanti, mengajukan surat permohonan pengunduran diri sebagai saksi Bahasyim kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2010).

Sebelumnya, tim penasihat hukum ketiganya yang juga sebagai penasihat hukum Bahasyim terlebih dulu memberitahukan pengunduran diri ketiganya kepada jaksa penuntut umum (JPU). Sedianya, ketiganya akan bersaksi hari ini.

Rico Pandeirot, pengacara Bahasyim, mengatakan, pengunduran diri diatur dalam Pasal 168 KUHAP. "Istri dan anak berhak mengundurkan diri kerena ada hubungan darah," ucap dia.

Apa alasan pengunduran diri sebagai saksi? "Bagaimana Anda mau jadi saksi terhadap ayah Anda atau suami Anda yang melakukan kejahatan? Makanya, undang-undang memberi hak itu," jawab dia.

Rico membantah ketika ditanya apakah pengunduran diri itu agar melemahkan pembuktian dakwaan JPU. "Itu lebih banyak karena segi psikologis, terbeban psikologis," kata dia.

Jika majelis hakim menerima permohonan, katanya, pengadilan tak lagi memakai keterangan ketiganya di berita acara pemeriksaan (BAP).

Pihak JPU menolak permohonan itu. JPU tetap akan memanggil ketiganya untuk ketiga kali agar bersaksi pada sidang Senin pekan depan. "Kita masih usahakan menghadirkan saksi fakta, yaitu istri dan anak terdakwa," kata Fachrizal, salah satu JPU.

Didik Setyo Handono, ketua majelis hakim, mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan permohonan pengunduran diri. Pengunduran diri, kata dia, memang diatur dalam KUHAP.

Seperti diberitakan, selain didakwa korupsi senilai Rp 1 miliar, Bahasyim didakwa melakukan pencucian uang senilai Rp 64 miliar. Uang itu tersimpan di rekening istri dan dua putrinya itu. Menurut JPU, uang itu diduga hasil tindak pidana selama bekerja sebagai beberapa pejabat tinggi di Direktorat Jenderal Pajak dan Bappenas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau