JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Jaksa Agung Dharmono mengaku belum tahu nama pengganti dirinya saat pers menyebutkan nama mantan Wakil Jaksa Agung Basri Arief yang telah ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (25/11/2010) sore, seusai Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta.
"Saya baru dengar besok akan dilantik, akan tetapi, sungguh, saya tidak tahu siapa orangnya," ujarnya berkali-kali.
Saat disebutkan nama Basrief Arief, Dharmono agak terkejut dan menjawab, "Ya, kalau memang betul dia, ya, tidak apa-apa juga. Dia kan senior kita juga. Namun, sekarang dia bekerja di kantor konsultan hukum juga," jelasnya.
Seusai dicegat pers soal nama Basrief Arief, Dharmono terlihat langsung sibuk menelpon ke sana ke mari di halaman Istana sehingga menarik perhatian pers yang masih lalu lalang di sekitar lokasi itu. Tampaknya, Dharmono ingin memastikan kebenaran nama Basrief Arief yang dikonfirmasikan pers.
Ketidaktahuan Dharmono kalau Presiden Yudhoyono sudah menetapkan Basri Arief, memang agak ironis baginya. Maklumlah, sebelum Sidang Kabinet, Dharmono yang juga ditanya meminta pers bersabar soal calon Jaksa Agung definitif. "Sabar-sabar saja. Sekarang masih belum diputuskan," ujarnya tenang.
Sementara, Menko Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, yang ikut mendampingi Presiden dalam keterangan pers mengenai Jaksa Agung definitif, Kamis petang itu, juga mengaku baru tahu beberapa saat sebelum keterangan pers Presiden tentang pengangkatan Basrief Arief.
Saat ditanya Kompas, nama Basrief Arief adalah bukan nama jaksa dari delapan nama yang pernah dicalonkan oleh mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji beberapa waktu lalu, Djoko balik bertanya, "Loh, memangnya, kenapa kalau Presiden tidak menetapkan satu pun dari delapan nama yanng diajukan itu? Presiden kan punya prerogatif dan dasarnya semua itu adalah undang-undanag. Jadi, Presiden bisa memilih jaksa karir, non jaksa atau pun lainnya," kata Djoko lagi.
Tentang pelantikan Jaksa Agung, Djoko memastikan, Kamis (26/11/2010) sore pukul 15.00 WIB di Istana Negara. Isyarat Presiden Sebelumnya, saat mengawali pembukaan Sidang Kabinet, Presiden Yudhoyono sudah memberikan isyarat menetapkan Jaksa Agung yang baru.
"Dalam waktu segera, saya akan memilih dan melantik ketua dan anggota Komisi Kejaksaan dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), maka, Insya Allah, dalam waktu dekat ini, saya akan melantik saya juga akan mengangkat dan melantik Jaksa Agung definitif," tandas Presiden.
Dengan demikian, tambah Presiden, terbentuknya Komisi Kejaksaan dan Kompolnas dalam waktu segera, akan menjadi penting dan cepat. "Sebenarnya, itu sudah jatuh tempo. Bulan Desember depan, semuanya harus sudah selesai, termasuk pelantikan ketua dan anggota Komisi Kejaksaan dan Kompolnas sehingga saya bisa memastikan penegakan hukum berjalan dengan baik," jelas Presiden lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang