JAKARTA, KOMPAS.com — Permintaan untuk menjadi Jaksa Agung datang tiba-tiba dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Basrief Arief yang memenuhi undangan Presiden ke Istana diminta membenahi institusi kejaksaan yang menurut Presiden telah luluh lantak karena berbagai kasus yang melibatkan pegawai dan petinggi kejaksaan.
"Beliau tidak menyatakan pertimbangan seperti apa dan karena apa. Yang pasti beliau menginginkan ketika sudah menjadi Jaksa Agung, fokus dalam penegakan hukum karena gonjang-ganjing penegakan hukum begitu dahsyat. Saya diminta membenahi Kejaksaan Agung," ujar Basrief di kediaman pribadi, Jalan Tanjung Duren, Jakarta, Jumat (26/11/2010).
"Saya katakan siap," ujar Basrief. Ia menjelaskan, sejumlah agenda prioritas akan dijalani selepas Presiden Yudhoyono melantiknya di Istana Negara, Jakarta.
"Saya secara simultan akan membenahi sumber daya manusia dan teknis penanganan perkara," katanya.
Menyangkut pembenahan sumber daya manusia, Basrief mengemukakan, ia akan membenahi kejaksaan dengan berbagai masukan sejawatnya di lembaga tersebut. "Ada kemungkinan moratorium penerimaan pegawai. Kita tata ulang kembali, kenapa sampai begitu bermasalah," paparnya.
Dari sisi penanganan perkara, dia mengaku akan menangani perkara-perkara yang disebut lolos dari penanganan serius kejaksaan. "Saya membaca media, perkara yang lolos ini mencapai 42 persen. Nah, ini perlu kami lakukan eksaminasi kasus-kasus yang menyebabkan bisa lolos," tuturnya.
"Ini ada dua kemungkinan. Mungkin jaksanya yang tidak mampu secara teknis, ya kami tingkatkan kemampuannya. Tapi kalau itu perbedaan persepsi, kami lakukan evaluasi dari teoretis dan praktis," urainya.
Dia menambahkan bahwa kasus yang saat ini menjadi perhatian masyarakat, seperti kasus yang didalangi mantan pegawai pajak Gayus Tambunan, bakal menjadi bidikan kerja.
"Itu memang menjadi perhatian saya. Saya akan menelisik seberapa jauh penanganan kasus ini, dan seberapa jauh pembuktiannya. Kalau cukup alasan, ya kami limpahkan, tentu dengan turunan kasusnya," imbuhnya. (Ade Masayanto)
(Bersambung - Bagian 2 dari 3 tulisan)
_____________________________________
<<Sebelumnya: Ditelepon Sudi, Basrief Bingung
>>Selanjutnya : SBY-Basrief Sudah Kenal Lama