Prasejarah

Bagaimana Mamalia Raksasa Berkembang?

Kompas.com - 26/11/2010, 14:40 WIB

KOMPAS.com — Bila saat ini kita mengenal gajah sebagai mamalia terbesar di darat, pada 25 hingga 35 juta tahun yang lalu berkembang pula jenis mamalia raksasa yang lebih besar dari gajah. Tinggi mamalia raksasa itu bisa mencapai lebih dari 5 meter dan beratnya pun mencapai ribuan kilogram.

Salah satu mamalia terbesar yang tercatat adalah Indricotherium transouralicum. Makhluk itu tingginya yang bisa mencapai 5,5 meter, panjang 9,2 meter, dan berat 20-30 ton.

Bersanding dengan hewan ini, terdapat juga mamalia-mamalia lain yang berukuran besar saat itu. Semua golongan mamalia super tersebut, menurut pendapat para ahli, merupakan herbivora.

Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan meneliti sebab-sebab berkembang pesatnya mamalia puluhan juta tahun lalu. Salah satu anggota tim penelitinya adalah Jessica Theodor dari University of Calgary, Alberta, Kanada.

Berdasarkan hasil penelitian, Theodor mengungkapkan adanya dua faktor yang menyebabkan mamalia tumbuh besar, yaitu ketersediaan bahan makanan yang melimpah dan tekanan seleksi untuk tumbuh besar.

Saat dinosaurus masih eksis, mamalia kalah dalam berkompetisi. Sumber makanan mamalia telah dimakan oleh dinosaurus. Oleh karenanya, ukuran tubuh yang kecil lebih efisien dalam keterbatasan sumber makanan saat itu.

Kondisi berubah saat dinosaurus punah, khususnya pada herbivora. "Setelah dinosaurus punah, tak ada hewan yang memakan tumbuhan," jelasnya. Mamalia herbivora pun memiliki sumber makanan yang melimpah.

Mamalia herbivora sendiri dituntut secara alami untuk tumbuh besar. "Menjadi besar menghindarkan herbivora dari predator, herbivora besar jarang menjadi mangsa," ujar Theodor.

Lalu, bagaimana dengan mamalia karnivora? Penelitian menunjukkan bahwa ukuran hewan karnivora memang berubah, tetapi tak bisa mencapai ukuran sebesar herbivora.

Peneliti mengungkapkan, jika ukuran karnivora besar, maka hal itu justru merugikan. "Ukuran bisa menjadi masalah bagi predator. Mangsa dengan mudah menyadari keberadaannya dan lari," ungkap Theodor.

Perubahan ukuran mamalia yang terjadi puluhan juta tahun yang lalu itu, menurut peneliti, sangat signifikan. "Saat dinosaurus punah, ukuran maksimal mamalia hanya 1 hingga 10 kg. 25 juta tahun kemudian, ukuran mamalia bisa mencapai ribuan kali dari ukuran semula," kata Theodor.

Penelitian Theodor dipublikasikan dalam jurnal Science yang terbit baru-baru ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau