Krakatau

Tiga Jam, Krakatau Batuk 63 Kali

Kompas.com - 26/11/2010, 22:24 WIB

CINANGKA, KOMPAS.com — Selama tiga jam 35 menit total kegempaan yang terjadi pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Kamis sebanyak 63 kali.

"Setelah kurang lebih tiga hari, alat penangkap gempa, solar panel, yang ada di Gunung Anak Krakatau tidak berfungsi, pada Kamis kemarin alat itu berfungsi tak kurang dari tiga jam 35 menit, merekam 63 kali kegempaan," kata Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Anton S Pambudi, Jumat (26/11/2010).

Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau terekam pada Kamis pukul 09.22 sampai 12.57 WIB, di mana vulkanik dangkal (VB) 14 kali, tremor letusan sembilan kali, embusan 16 kali, dan letusan 24 kali.

"Pusat Vulkanalogi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status GAK pada level II atau 'waspada'," katanya.

Pada status itu juga masih, menurut Anton, pihaknya masih melarang warga atau turis untuk mendekat pada radius 2 kilometer.

"Rekomendasi kami masih sama sejak gunung itu masuk pada level II," ujarnya.

Sementara untuk ketinggian asap GAK masih, menurut Anton, mencapai 1.000 meter berwarna kelabu kehitam-hitaman mengarah ke utara.

"Visual Gunung Anak Krakatau dilihat dari pos pemantau sangat jelas, seiring dengan cuaca di sekitar gunung dan pos pemantau cerah," katanya.

Diketahui, salah satu komponen alat penangkap gempa GAK, Solar Panel, sejak tanggal 22 November pukul 12.31 WIB tidak berfungsi lantaran tertutup oleh debu vulkanik dari perut Gunung Anak Krakatau.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau