Usus Ayam Berformalin Beredar Bebas di Pasar

Kompas.com - 28/11/2010, 02:41 WIB

Jakarta, Kompas - Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta merazia usus ayam berformalin di sejumlah pasar di wilayah Jakarta Pusat, Selatan, dan Barat, Sabtu (27/11). Dari hasil razia itu, pemerintah mendapati usus ayam berformalin banyak dijual di sejumlah tempat.

Di Jakarta Selatan, petugas menyita 20 kilogram usus ayam yang diawetkan dengan formalin. Usus berformalin itu ditemukan di kelompok Arella, Jalan Penghulu, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama.

Masih di Jakarta Selatan, petugas juga menyita lima liter formalin di Pasar Cipete. Namun, formalin itu belum sempat digunakan.

Di Jakarta Pusat, razia dilakukan di dua tempat, yakni Pasar Serdang, Kecamatan Kemayoran, dan Pasar Senen. Usus ayam berformalin ditemukan di Pasar Serdang seberat 4,5 kilogram. Sementara di Pasar Senen tidak ditemukan usus berformalin.

Di Jakarta Barat, razia di Pasar Cengkareng dan Pasar Pesing tidak mendapatkan usus berformalin.

Razia dilakukan serentak di sejumlah tempat tersebut, dilakukan oleh tim dari suku dinas (sudin) peternakan dan perikanan masing-masing kota serta laboratorium kesehatan masyarakat veteriner Dinas Kelautan dan Pertanian.

Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Ipih Ruyani mengatakan, seluruh usus berformalin serta formalin yang ditemukan dalam razia ini langsung disita dari para penjual dan dimusnahkan. ”Pelakunya kami beri peringatan. Kalau diulangi lagi sampai tiga kali, kami akan memproses hukum mereka,” kata Ipih.

Pemerintah terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pedagang ayam, terutama yang menjual usus ayam di semua wilayah. Untuk memantau peredaran usus ayam berformalin, sidak serupa akan dilakukan terus di pasar yang berbeda.

Kepala Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Pusat Widodo mengatakan, sepanjang sidak yang dilakukan di wilayah Jakarta Pusat, pihaknya baru kali ini mendapati usus ayam berformalin yang dijual di pasar.

Temuan usus ayam berformalin muncul setelah polisi mendapati 650 kg usus ayam berformalin di sebuah rumah potong di Jakarta Barat, Kamis lalu. Usus itu dipasarkan di Pasar Tambora.

Waspada

Masyarakat yang menjadi pembeli diharapkan agar lebih berhati-hati dalam memilih usus ayam yang dijual di pasar.

”Usus ayam yang berformalin punya beberapa ciri antara lain tekstur kenyal, tidak dihinggapi lalat, bau formalin menyengat, serta tidak rusak atau busuk sampai tiga hari dalam suhu kamar,” kata Widodo.

Bila menjumpai atau ragu dengan usus ayam seperti itu, pembeli sebaiknya mencari pilihan lain.

Ciri-ciri serupa itu juga dijumpai pada makanan segar lain yang diawetkan dengan formalin, seperti halnya ikan dan daging olahan. (ART)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau