Pesawat Jatuh di Permukiman

Kompas.com - 29/11/2010, 02:56 WIB

Karachi, Minggu - Sebuah pesawat kargo jatuh dalam bola api ke sebuah kawasan permukiman di Karachi, Pakistan, tak lama setelah lepas landas hari Minggu (28/11). Kejadian tersebut menewaskan seluruh delapan awak dan sedikitnya satu orang di darat, menurut para pejabat.

Pesawat muatan Rusia Ilyushin IL-78 tujuan Khartoum, Sudan, itu jatuh ke sebuah kompleks perumahan yang sedang dalam pembangunan. Pesawat itu nyaris mengenai beberapa gedung apartemen besar yang jaraknya hanya beberapa ratus meter.

Kedelapan awaknya yang orang Rusia tewas dan petugas menarik jenazah seorang buruh dari reruntuhan yang masih berasap dan seorang lagi dirawat di rumah sakit dengan luka bakar parah.

Kecelakaan pesawat tersebut merupakan yang kedua bulan ini di Karachi, kota pelabuhan utama di Pakistan selatan, dan yang ketiga di Pakistan dalam kurang dari lima bulan.

Pesawat Ilyushin yang membawa barang itu jatuh sekitar pukul 01.50, saat banyak orang di kawasan elite itu sedang tidur. Salah satu mesin pesawat itu terbakar saat pesawat itu terbang, menurut beberapa saksi.

Warga mengatakan, sebagian besar dari rumah-rumah yang hancur karena pesawat jatuh itu sedang dalam pembangunan dan diduga tidak dihuni kecuali oleh beberapa buruh bangunan. Kepala polisi Karachi, Fayaz Leghari, mengatakan, satu jenazah telah dievakuasi dari reruntuhan dan lebih banyak lagi akan ditemukan, tetapi sebuah bencana yang lebih besar telah terhindarkan.

”Itu akan menjadi sebuah bencana yang besar seandainya pesawat tersebut menghantam gedung-gedung apartemen,” kata Leghari.

Juru bicara otoritas penerbangan Pervais George mengatakan, pesawat itu jatuh dua menit setelah lepas landas dari bandara internasional kota itu.

Ledakan yang disebabkan oleh jatuhnya pesawat itu begitu kuat sehingga warga setempat mengira itu disebabkan oleh sebuah bom, kata Leghari.

Dokter setempat, Abdul Razak, mengatakan bahwa satu orang dirawat di rumah sakit dengan luka bakar parah.

Kendaraan-kendaraan pemadam kebakaran menyemprotkan busa ke tempat jatuhnya pesawat dan setelah dua jam kebakaran yang ditimbulkannya berhasil dipadamkan.

Pesawat itu jatuh dekat apartemen tempat tinggal perwira AL dan keluarga mereka.

Tempat kejadian itu dekat dengan tempat jatuhnya sebuah pesawat penumpang Beech 1900C tanggal 5 November yang menewaskan seluruh 21 orang di dalamnya. (AFP/AP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau