Gebyar taman fatahillah

Warga Jakarta Penuhi Kota Tua

Kompas.com - 29/11/2010, 03:23 WIB

Jakarta, Kompas - Batavia Art Festival yang digelar dalam rangka Gebyar Taman Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, menyedot minat ribuan warga Jakarta selama akhir pekan lalu.

Gebyar Taman Fatahillah adalah rangkaian kegiatan yang berlangsung selama satu bulan, mulai 20 November hingga 20 Desember 2010. Ajang itu melibatkan semua museum di Kota Tua, yakni Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Bahari, dan UPT Kota Tua.

”Acara ini merupakan yang ke 15 kalinya sejak digelar tahun 2002,” kata Dwi Martati, dari bagian Seksi Koleksi dan Perawatan Museum Sejarah Jakarta.

Menurut Dwi, pada pergelaran sebelumnya, jumlah pengunjung yang datang 15.000 orang. Jumlah itu hanya untuk acara Batavia Art Festival yang menjadi salah satu rangkaian acara dari Gebyar Taman Fatahillah.

”Untuk Batavia Art Festival sekarang belum tahu karena masih dihitung hingga penutupan, Minggu (28/11). Kalau melihat animonya, sepertinya jumlahnya lebih besar,” tutur Dwi.

Sementara itu Kepala Museum Sejarah Jakarta Dahlan mengatakan, Batavia Art Festival diharapkan bisa meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kawasan Kota Tua, Jakarta.

”Di sini para pengunjung bisa mencoba dan membuat karya-karya seni yang dipamerkan. Semakin banyak yang mendalami seni, makin maju dunia kesenian kita,” ungkap Dahlan.

Dahlan mengharapkan, Batavia Art Festival juga bisa menjadi ajang yang efektif bagi para seniman dan perajin untuk menunjukkan hasil karya seni mereka kepada masyarakat umum.

”Masyarakat menjadikan Taman Fatahillah sebagai pusat seni dan kreativitas,” katanya.

Pengunjung terbanyak

Perhelatan Gebyar Taman Fatahillah ini juga untuk memperingati 300 tahun gedung Museum Sejarah Jakarta, yang juga bekas Balai Kota Batavia.

Pada masa kini, Museum Sejarah Jakarta adalah museum dengan tingkat kunjungan wisata tertinggi, tidak hanya di kota Jakarta, tetapi juga di Indonesia.

Setiap tahun, tidak kurang dari satu juta pengunjung datang, tidak saja untuk melihat gedung ini, tetapi juga untuk melihat beragam koleksi benda sejarah yang ada di dalamnya.

Ikon yang terkenal dari museum ini adalah Meriam si Jagur dan Patung Hermes yang ada di dalam gedung. (ARN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau