PALEMBANG, KOMPAS.com - Unjuk rasa ratusan mahasiswa di Kota Bengkulu, Senin (29/11) untuk menolak pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu terpilih, Agusrin Najamuddin-Junaidi Hamzah diwarnai kericuhan.
Menurut Kepala Polres Kota Bengkulu Ajun Komisaris Besar Joko Suprayitno saat dihubungi dari Palembang, Sumatera Selatan, tiga orang anggota polisi terluka dan 18 mahasiswa ditangkap.
Joko mengatakan, para mahasiswa memaksa masuk ke Gedung DPRD Provinsi Bengkulu tempat pelantikan berlangsung.
Saat melakukan negoisasi dengan mahasiswa, ada yang melempar polisi dengan batu, kata Joko.
Desi Wahyuni selaku pengacara para mahasiswa mengatakan, belum diketahui siapa yang lebih dulu melakukan pelemparan batu apakah mahasiswa atau polisi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang