JAKARTA, KOMPAS.com - Usai disetujui rapat paripurna DPR, Selasa (30/11/2010), sebagai pimpinan dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru, Busyro Muqoddas, dihujani banyak pesan dari anggota dewan. Mulai dari ucapan selamat hingga prioritas-prioritas kasus yang harus diselesaikannya.
Dalam sidang paripurna di Gedung DPR, Jakarta, politikus muda PDI-P Maruarar Sirait melontarkan interupsi pada pimpinan rapat Priyo Budi Santoso. Maruarar menyebut ada beberapa agenda besar yang jadi pertaruhan KPK. "Pertama, kasus Bank century, lalu kasus Gayus Tambunan. Lalu kasus Bibit-Chandra yang harus diselesaikan dalam satu tahun kepemimpinan Bapak," ungkapnya.
Maruarar mendorong KPK untuk segera memeriksa pihak-pihak yang perlu diperiksa serta menangkap mereka yang perlu ditangkap. Menurutnya, PDI-P memberikan dukungan politik kepada Busyro.
Usai Maruarar bicara, politisi Demokrat Ruhut Sitompul juga mengacungkan tangan untuk interupsi. Pesan Ruhut, dalam sistem kepemimpinan KPK yang bersifat kolektif kolegial, Busyro tak akan bekerja sendiri dalam menuntaskan agenda prioritas KPK.
"Kalau mau menegakkan hukum ada yang sudah di depan mata masuk bui, kasus Miranda (kasus cek perjalanan -red) memang sudah ada yang tersangka. Saya Anggota Komisi III yang ngotot masa jabatan Bapak empat tahun, (kalau) satu tahun apa yang Bapak bisa lakukan. Tapi enggak apa-apalah. Bekerja dengan baik, jangan tebang pilih, beberapa tersangka kasus Miranda, tangkap," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang