Ketua kpk

Busyro Dihujani Banyak Pesan

Kompas.com - 30/11/2010, 13:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai disetujui rapat paripurna DPR, Selasa (30/11/2010), sebagai pimpinan dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru, Busyro Muqoddas, dihujani banyak pesan dari anggota dewan. Mulai dari ucapan selamat hingga prioritas-prioritas kasus yang harus diselesaikannya.

Dalam sidang paripurna di Gedung DPR, Jakarta, politikus muda PDI-P Maruarar Sirait melontarkan interupsi pada pimpinan rapat Priyo Budi Santoso. Maruarar menyebut ada beberapa agenda besar yang jadi pertaruhan KPK. "Pertama, kasus Bank century, lalu kasus Gayus Tambunan. Lalu kasus Bibit-Chandra yang harus diselesaikan dalam satu tahun kepemimpinan Bapak," ungkapnya.

Maruarar mendorong KPK untuk segera memeriksa pihak-pihak yang perlu diperiksa serta menangkap mereka yang perlu ditangkap. Menurutnya, PDI-P memberikan dukungan politik kepada Busyro.

Usai Maruarar bicara, politisi Demokrat Ruhut Sitompul juga mengacungkan tangan untuk interupsi. Pesan Ruhut, dalam sistem kepemimpinan KPK yang bersifat kolektif kolegial, Busyro tak akan bekerja sendiri dalam menuntaskan agenda prioritas KPK.

"Kalau mau menegakkan hukum ada yang sudah di depan mata masuk bui, kasus Miranda  (kasus cek perjalanan -red) memang sudah ada yang tersangka. Saya Anggota Komisi III yang ngotot masa jabatan Bapak empat tahun, (kalau) satu tahun apa yang Bapak bisa lakukan. Tapi enggak apa-apalah. Bekerja dengan baik, jangan tebang pilih, beberapa tersangka kasus Miranda, tangkap," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau