Meski pertandingan telah usai, suasana Stadion Nou Camp terus bergemuruh. Anak-anak Catalan benar-benar telah memuaskan pendukungnya. Semua anggota tim Barca meluapkan kegembiraan.
Pemandangan kontras terlihat di kubu Madrid. Semua pemain seperti masih tidak percaya dengan hasil pertandingan. ”Satu tim bermain sangat bagus, satunya lagi sangat buruk. Yang satu pantas menang dan yang lain wajar bila kalah,” kata Pelatih Real Madrid Jose Mourinho mengakui keunggulan Barca.
Mourinho menilai Barcelona tak sulit meraih kemenangan 5-0 karena mereka merupakan produk yang sudah selesai, sedangkan timnya masih melakukan perjalanan yang panjang.
”Bagi saya tidak terlalu sulit untuk melupakan kekalahan. Kami memang tidak cukup bagus,” kata Mourinho lagi.
Hal positif dari penampilan Madrid adalah mereka tetap tampil terbuka dan tidak bertahan total. Ini yang membuat jalannya pertandingan menarik.
Namun, hasil buruk ini semakin menambah daftar panjang kekalahan Madrid atas Barcelona dalam duel el-clasico. Madrid tidak pernah menang dalam lima pertemuan terakhir.
Buat Barcelona, hasil positif ini mengantar mereka untuk mengambil alih posisi puncak klasemen La Liga. Kini Barca mengoleksi 34 poin atau unggul dua poin atas Madrid.
Rexach dan Cruyff
Pelatih Barcelona Pep Guardiola mendedikasikan kemenangan ini untuk pelatih Barca sebelumnya, Carles Rexach dan legenda klub Johan Cruyff. Menurut dia, mereka merupakan pioner dari gaya bermain Barca seperti sekarang ini.
”Mereka yang mengajarkan kami bermain seperti sekarang ini. Untuk meraih kemenangan seperti itu dibutuhkan waktu 15 tahun untuk melakukannya. Mereka memiliki keyakinan cara bermain seperti ini yang harus kami lakukan,” ujar Guardiola.
Pada pertandingan kemarin, Barca lebih dominan. Mereka unggul dalam penguasaan bola karena semua lini bermain rapi. Kombinasi permainan cepat Lionel Messi, Xavi, Andres Iniesta dan David Villa benar-benar merepotkan Madrid. Barca merajalela setelah mengusai lini tengah.
Ancaman pertama diberikan Messi. Tendangannya dari pinggir kotak penalti menyentuh tiang jauh. Menit kesepuluh, publik Nou Camp bersorak. Andres Iniesta melihat pergerakan Xavi ke dalam kotak penalti. Umpan datarnya masih membentur kaki Marcelo, tapi bola tetap mengarah ke depan Xavi. Dengan satu sentuhan, Casillas ditaklukkan.
Delapan menit berselang, Pedro Gonzalez memperbesar keunggulan tuan rumah. Dia memanfaatkan bola liar hasil gebrakan David Villa.
Di babak kedua, permainan Barcelona tetap tak bisa dibendung, David Villa memborong dua gol tambahan sebelum dilengkapi pemain pengganti Jeffren Suarez pada masa perpanjangan waktu.
Seperti duel el-clasico sebelumnya, pertandingan kemarin berlangsung ”panas” dengan tensi yang tinggi. Beberapa kericuhan terjadi. Pada menit ke-30, Cristiano Ronaldo mendorong Pelatih Barca Pep Guardiola yang memicu emosi pemain Barca untuk mengerubunginya. Lima menit berselang giliran Pepe yang diberi kartu kuning akibat menahan akselerasi Messi.
Semenit sebelum turun minum, Messi kembali dijatuhkan Ricardo Carvalho. Kedua pemain terlibat adu mulut sebelum Messi terjatuh setelah mukanya terbentur bahu Carvalho. Wasit Iturralde Gonzalez menghadiahi Messi kartu kuning akibat aksi teatrikal tersebut.
Di akhir laga. Sergio Ramos menendang kaki Messi yang sedang membawa bola. Pecah kekisruhan antar-pemain yang berujung pula pada perdebatan seru di pinggir lapangan dari bangku cadangan kedua tim. Iturralde Gonzalez tanpa ampun mengusir Ramos dengan kartu merah.
Madrid tidak hanya menanggung malu. Mereka juga dikecam media karena tidak satu pun pemain yang memberikan komentar seusai laga.
Sejumlah media menyebut pemain Madrid sebagai ”pengecut berseragam putih”, demikian ditulis Tribalfootball.