Banjir lahar dingin

Banjir Lahar Dingin Diikuti Bau Belerang

Kompas.com - 02/12/2010, 16:13 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Banjir lahar dingin susulan dari Gunung Merapi di sejumlah alur sungai yang airnya berhulu di gunung berapi itu, Kamis, tidak sebesar hari sebelumnya.

"Banjirnya tidak sebesar Rabu kemarin," kata Petugas Pengamatan Gunung Merapi di Pos Jrakah, Yulianto di Magelang, Kamis (2/12/2010).

Banjir lahar dingin di sejumlah alur sungai setempat, sejak sekitar pukul 14.00 WIB dan hingga sekitar pukul 15.00 WIB masih terjadi.

Arus air yang cukup kuat berwarna cokelat membawa pasir, batuan gunung berukuran cukup besar, dan potongan pohon.

Suara gemuruh secara intensif karena tabrakan antarbatu terdengar dari tepi alur Kali Senowo, di Dusun Grogol, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, sekitar 10 kilometer barat puncak Merapi.

Puluhan warga berkumpul di sejumlah tempat di tepi alur sungai itu untuk menyaksikan banjir lahar dingin yang oleh mereka disebut sebagai banjir ladhu.

Bau belerang cukup menyengat, sebagian dari mereka yang menyaksikan banjir lahar dingin itu mengenakan masker.

Ia mengatakan, banjir lahar dingin antara lain terjadi di alur Kali Senowo, Putih, Apu, Trising dan Pabelan.

Warga Dusun Grogol, Maryono mengatakan, banjir lahar dingin susulan ini, tidak sebesar hari sebelumnya. "Lebih besar yang kemarin," katanya.

Kepala Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, sekitar enam kilometer barat puncak Merapi, Ponidi, mengatakan, banjir lahar dingin di alur Sungai Lamat yang melintasi dusun setempat terjadi sekitar pukul 14.37 WIB.

"Di sini baru saja terjadi banjir, sekitar pukul 14.37 WIB, tetapi tidak terjadi hujan di desa kami. Hujan cukup deras kemungkinan di tempat yang lebih tinggi dari desa kami," katanya.

Ia mengatakan, sejumlah warga juga menyaksikan banjir itu dari tepian sungai setempat.

Gunung Merapi yang sebelumnya tidak tampak karena tertutup mendung cukup tebal, pada sekitar pukul 14.30 WIB terlihat secara jelas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau