Ruuk diy

Konsepnya, Sultan Jadi Gubernur asal...

Kompas.com - 03/12/2010, 16:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Draf RUU Keistimewaan Yogyakarta belum seutuhnya rampung. Namun, sidang kabinet kemarin sudah menyepakati bahwa gubernur DI Yogyakarta dipilih melalui pemilu kepala daerah.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan membantah pemerintah membatasi kesempatan Sri Sultan Hamengkubuwono untuk menjadi Gubernur DI Yogyakarta. "Tidak sama sekali. Sultan di dalam draf yang sedang disusun punya peluang untuk jadi gubernur asal dia masuk lewat pilkada," ungkapnya di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jumat (3/12/2010).

Meski belum tertulis secara formal di draf, Djohermansyah mengatakan bahwa Sultan boleh maju dalam pemilihan. Yang istimewa, tidak perlu ada "kendaraan" untuk mengusungnya. Sultan bisa otomatis menjadi calon. Oleh karena itu, Sultan harus siap maju menjadi calon bersama Adipati Paku Alam sebagai pasangannya melawan pasangan lainnya.

"Kalau tidak ada calon lain, ya berarti tidak ada yang berani challenge. Kalau dia (Sultan) tidak terpilih, ya berarti dia tidak dipercaya lagi oleh rakyat Yogyakarta," tambahnya.

Dalam pemerintahan daerah model ini, lanjutnya, sidang kabinet kemarin memutuskan bahwa Sri Sultan dan Paku Alam secara otomatis menjadi parardhya, yaitu sebagai simbol kebudayaan dan pemegang mahkota Kesultanan Yogyakarta. Kepala daerah harus mendapat restu dari Sri Sultan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau