Saucedo Sesumbar Rebut Gelar Chris

Kompas.com - 05/12/2010, 02:56 WIB

Jakarta, Kompas - Fernando David Saucedo (29) sesumbar bahwa kedatangannya menantang Chris John sekaligus akan merebut dan membawa pulang gelar juara Super Champion kelas bulu WBA milik Chris.

Dalam jumpa pers yang berlangsung seusai timbang badan, Sabtu (4/12) di Jakarta, Fernando menyampaikan rasa terima kasihnya sudah dipilih Chris John untuk bertarung memperebutkan gelar juara dunia milik Chris.

Seperti diketahui, pertarungan perebutan gelar Super Champion kelas bulu WBA ini merupakan partai puncak dari sejumlah pertarungan tinju profesional yang bakal digelar di Tenis Indoor, Senayan, Minggu (5/12) petang hingga malam hari.

Fernando David Saucedo, yang memiliki catatan rekor 38 kali menang, di mana hanya sekali menang knock out (KO), serta kalah 4 kali dan imbang 3 kali, tidak ingin dipandang enteng. Sebab, dari empat kali kekalahan yang dialaminya, tidak pernah sekali pun dia kalah KO.

”Memang saya sempat jatuh, tetapi kemudian saya sempat melanjutkan pertarungannya hingga ronde terakhir,” tutur Fernando melalui penerjemahnya.

”Tentu setelah saya diberikan kesempatan untuk menghadapi Chris John, saya akan keluar sebagai pemenang dan membawa pulang gelar juara dunia ke Argentina,” ujar Saucedo yang berasal dari Florencio Varela, Buenos Aires, itu.

Untuk bisa memboyong gelar juara dunia Super Champion kelas bulu WBA tersebut, Saucedo menegaskan, dirinya berharap mampu memperlihatkan pukulan terbaiknya dalam pertarungan 12 ronde mereka malam ini.

2,5 bulan

Chris John, yang akan bertarung mempertahankan gelarnya untuk ke-13 ini, kepada wartawan mengaku, untuk persiapan pertarungan kali ini, dia menyiapkan diri selama dua setengah bulan.

”Di mana sebulan persiapannya dilakukan di Indonesia dan selebihnya dilakukan di Harry’s Gym, Australia,” ungkap Chris yang catatan rekornya 43 kali menang, 22 kali di antaranya menang KO serta imbang dua kali.

Menyinggung tentang peluangnya untuk memukul KO Fernando, menurut Chris John, dari pertarungan 12 ronde yang dijadwalkan, ”Rasanya saya akan mengakhiri perlawanannya di bawah sepuluh ronde.” Pernyataan itu disambut tepuk tangan hadirin lainnya.

Craig Christian, pelatih sekaligus manajer Chris John, menegaskan bahwa saat ini petinjunya berada dalam kondisi terbaik.

Partai lain

Selain partai Chris John melawan Saucedo, juga masih ada perebutan gelar WBO Aspac ad interim kelas bulu di mana Daud Yordan akan bertarung 12 ronde melawan Damian David Marchiano.

Damian merupakan petinju asal Argentina yang berada pada peringkat ke-9 WBO Asia Pasifik. Sedangkan Daud Yordan, petinju asal Kalimantan yang pernah bertarung di Amerika Serikat itu, kini menduduki peringkat ke-2 WBO Asia Pasifik.

Selain itu, masih ada tujuh partai lain yang dua di antaranya merupakan partai internasional, yakni pada kelas berat akan berhadapan Onoriode Ehwarieme dari Nigeria menghadapi Yohanes Valentino Yacobus, petinju asal Selandia Baru, dalam empat ronde.

Pada kelas welter akan bertarung Nouvel Ben Raba dari Australia melawan Eu Sebio Baluarte dari Filipina. Keduanya akan berlaga delapan ronde, sama dengan partai Isack Yunior dari Alor Boxing Camp, Nusa Tenggara Timur, melawan Erick Diaz Siregar, petinju Demokrat Boxing Camp Jakarta. (NIC)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau