SURABAYA, KOMPAS.com - Para peternak di Jawa Timur diminta mewaspadai wabah penyakit brucellosis yang menyerang sapi perah karena dapat menurunkan produksi susu.
"Brucellosis merupakan penyakit menular dan dapat mengakibatkan sapi betina keguguran," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim drh Emillia kepada wartawan di Surabaya, Selasa (7/12/2010).
Ia mengemukakan penyakit tersebut berasal dari kuman brucella. Kuman tersebut hanya menyerang sapi yang bunting.
"Dalam tubuh sapi bunting terjadi peningkatan hormon estrogen. Kalau kuman itu tumbuh dalam janin, janinnya akan mati," katanya.
Dengan begitu, produksi susu sapi yang terkena penyakit tersebut akan mengalami penurunan.
"Kuman tersebut dapat tidur dengan sendirinya apabila sapi sudah tidak bunting lagi," katanya.
Penyebaran kuman brucella diawali dari sapi yang mengalami keguguran. Kemudian akan menyebar ke daerah sekitar dan mencemari pakan sapi, air minum sapi, dan bahkan menempel pada kandang sapi sehingga dalam waktu yang tidak lama sapi lain ikut terinfeksi pula.
"Kebersihan kandang harus diperhatikan peternak," katanya mengingatkan.
Apabila ada sapi yang terdeteksi terkena kuman tersebut, yang harus dilakukan peternak adalah mengarantinakannya agar kuman tidak makin meluas.
Sapi yang terserang kuman itu itu juga harus segera mendapat vaksin secara rutin agar janin yang dikandungnya tetap dalam keadaan sehat.
Menurut Emillia, tidak semua sapi yang terinfeksi kuman itu akan mengalami keguguran, tergantung daya tahan tubuh masing-masing sapi.
Apabila daya tahannya kuat, janin sapi dapat terselamatkan. Namun, apabila daya tahan tubuhnya lemah, risiko mengalami keguguran lebih besar.
Meskipun demikian, bayi sapi yang induknya terinfeksi kuman tersebut, jelas Emillia, akan lahir dalam keadaan normal.
"Penyakit itu tidak akan memengaruhi fisik dan tidak akan mengakibatkan cacat fisik pada bayi sapi," katanya.
Namun yang pasti, penyakit tersebut dapat menurunkan produktivitas susu sapi. Sejauh ini Jatim setiap hari mengalami kekurangan 650 ton susu.
Kebutuhan susu setiap hari di Jatim sebanyak 1.600 ton, namun hanya terpenuhi 950 ton.
Saat ini, populasi sapi perah di Jatim mencapai 124 ribu ekor. untuk menutupi kekurangan tersebut, Pemprov Jatim mengimpor sapi perah betina dari Australia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang