Virus Ini Membuat Sapi Keguguran

Kompas.com - 07/12/2010, 23:36 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Para peternak di Jawa Timur diminta mewaspadai wabah penyakit brucellosis yang menyerang sapi perah karena dapat menurunkan produksi susu.

"Brucellosis merupakan penyakit menular dan dapat mengakibatkan sapi betina keguguran," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim drh Emillia kepada wartawan di Surabaya, Selasa (7/12/2010).

Ia mengemukakan penyakit tersebut berasal dari kuman brucella. Kuman tersebut hanya menyerang sapi yang bunting.

"Dalam tubuh sapi bunting terjadi peningkatan hormon estrogen. Kalau kuman itu tumbuh dalam janin, janinnya akan mati," katanya.

Dengan begitu, produksi susu sapi yang terkena penyakit tersebut akan mengalami penurunan.

"Kuman tersebut dapat tidur dengan sendirinya apabila sapi sudah tidak bunting lagi," katanya.

Penyebaran kuman brucella diawali dari sapi yang mengalami keguguran. Kemudian akan menyebar ke daerah sekitar dan mencemari pakan sapi, air minum sapi, dan bahkan menempel pada kandang sapi sehingga dalam waktu yang tidak lama sapi lain ikut terinfeksi pula.

"Kebersihan kandang harus diperhatikan peternak," katanya mengingatkan.

Apabila ada sapi yang terdeteksi terkena kuman tersebut, yang harus dilakukan peternak adalah mengarantinakannya agar kuman tidak makin meluas.

Sapi yang terserang kuman itu itu juga harus segera mendapat vaksin secara rutin agar janin yang dikandungnya tetap dalam keadaan sehat.

Menurut Emillia, tidak semua sapi yang terinfeksi kuman itu akan mengalami keguguran, tergantung daya tahan tubuh masing-masing sapi.

Apabila daya tahannya kuat, janin sapi dapat terselamatkan. Namun, apabila daya tahan tubuhnya lemah, risiko mengalami keguguran lebih besar.

Meskipun demikian, bayi sapi yang induknya terinfeksi kuman tersebut, jelas Emillia, akan lahir dalam keadaan normal.

"Penyakit itu tidak akan memengaruhi fisik dan tidak akan mengakibatkan cacat fisik pada bayi sapi," katanya.

Namun yang pasti, penyakit tersebut dapat menurunkan produktivitas susu sapi. Sejauh ini Jatim setiap hari mengalami kekurangan 650 ton susu.

Kebutuhan susu setiap hari di Jatim sebanyak 1.600 ton, namun hanya terpenuhi 950 ton.

Saat ini, populasi sapi perah di Jatim mencapai 124 ribu ekor. untuk menutupi kekurangan tersebut, Pemprov Jatim mengimpor sapi perah betina dari Australia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau