OSLO, KOMPAS.com — Sedikitnya 18 negara menolak menghadiri upacara penyerahan Penghargaan Nobel Perdamaian kepada pembangkang China, Liu Xiaobo, Jumat (10/12/2010).
Sekitar 45 negara akan hadir meski ada tekanan China kepada mereka untuk tidak datang.
Negara-negara yang menolak hadir itu dapat diketahui dari daftar tamu yang telah direvisi oleh panitia penyelenggara.
Sekretaris Komite Nobel Norwegia Geir Lundestad mengatakan, sejak pencatatan awal, Aljazair sudah memutuskan tidak datang, sedangkan Ukraina dan Filipina telah mengubah sikap mereka sebelumnya dan memutuskan untuk berpartisipasi.
Kementerian Luar Negeri Argentina telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa negara itu akan diwakili, berlawanan dengan laporan sebelumnya, negara itu mungkin tidak mengikuti upacara penyerahan Nobel.
Kedutaan besar-kedutaan besar yang menolak hadir itu, yang dihubungi oleh Reuters, menolak untuk berkomentar atau mengatakan bahwa wakil mereka telah memiliki rencana lain.
Negara-negara yang menerima itu belum didaftar secara resmi, tetapi mereka termasuk sebagian besar negara Eropa, Amerika Serikat, India, Korea Selatan, Jepang, Indonesia, dan Afrika Selatan.
Sebanyak 65 negara dengan kedutaan besar dan konsulat di Norwegia telah diundang.
Ke-18 negara yang menolak menghadiri upacara itu adalah China, Rusia, Kazakhstan, Kolombia, Tunisia, Arab Saudi, Pakistan, Serbia, Irak, Iran, Vietnam, Afganistan, Venezuela, Mesir, Sudan, Kuba, Maroko, dan Aljazair.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang