Nobel

18 Negara Tidak Hadiri Penyerahan Nobel

Kompas.com - 10/12/2010, 16:34 WIB

OSLO, KOMPAS.com — Sedikitnya 18 negara menolak menghadiri upacara penyerahan Penghargaan Nobel Perdamaian kepada pembangkang China, Liu Xiaobo, Jumat (10/12/2010).

Sekitar 45 negara akan hadir meski ada tekanan China kepada mereka untuk tidak datang.

Negara-negara yang menolak hadir itu dapat diketahui dari daftar tamu yang telah direvisi oleh panitia penyelenggara.

Sekretaris Komite Nobel Norwegia Geir Lundestad mengatakan, sejak pencatatan awal, Aljazair sudah memutuskan tidak datang, sedangkan Ukraina dan Filipina telah mengubah sikap mereka sebelumnya dan memutuskan untuk berpartisipasi.

Kementerian Luar Negeri Argentina telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa negara itu akan diwakili, berlawanan dengan laporan sebelumnya, negara itu mungkin tidak mengikuti upacara penyerahan Nobel.

Kedutaan besar-kedutaan besar yang menolak hadir itu, yang dihubungi oleh Reuters, menolak untuk berkomentar atau mengatakan bahwa wakil mereka telah memiliki rencana lain.

Negara-negara yang menerima itu belum didaftar secara resmi, tetapi mereka termasuk sebagian besar negara Eropa, Amerika Serikat, India, Korea Selatan, Jepang, Indonesia, dan Afrika Selatan.

Sebanyak 65 negara dengan kedutaan besar dan konsulat di Norwegia telah diundang.

Ke-18 negara yang menolak menghadiri upacara itu adalah China, Rusia, Kazakhstan, Kolombia, Tunisia, Arab Saudi, Pakistan, Serbia, Irak, Iran, Vietnam, Afganistan, Venezuela, Mesir, Sudan, Kuba, Maroko, dan Aljazair.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau