Pohon Natal dari Botol Bekas

Kompas.com - 10/12/2010, 16:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang Natal, sejumlah mal atau pusat perbelanjaan di Jakarta tampak mulai mempercantik diri. Ornamen-ornamen khas Natal terpasang di sejumlah sudut mal, membangkitkan suasana meriahnya Natal. Seperti halnya kemeriahan Natal yang mulai terasa di Mal Ciputra, Grogol, Jakarta Barat.

Pohon natal setinggi 20 meter yang terbuat dari sekitar 50.000 botol air mineral bekas mulai dipasang sore ini, Jumat (10/12/2010). "Ya, hari ini pemasangan pohon Natal dari 59.327 botol mineral," ujar Humas Mal Ciputra, Rida Kusrida kepada Kompas.com.

Menurut Rida, botol mineral yang digunakan untuk membuat pohon Natal tersebut merupakan hasil sumbangan para pengunjung. Total botol mineral yang berhasil dikumpulkan mencapai 235.838 botol. "Dikumpulkan dari beberapa sekolah dan pengunjung. Tanggapan pengunjung luar biasa ya, melebihi yang dibayangkan," kata Rida.

Sebagian dari botol mineral bekas yang terkumpul tersebut digunakan untuk membuat pohon Natal sementara sebagian lainnya, kata Rida, diolah menjadi ornamen Natal yang menghiasi sudut mal saat ini. "Ornamen Natal, lampu-lampu, gantungan, corner Natal, semua dibuat dari botol bekas," ujarnya.

Selain meluncurkan pohon Natal 20 meter, hari ini Mal Ciputra menggelar pertunjukkan musik yang menampilkan Harvey Malaihollo. Juga mengundang anak-anak panti asuhan untuk berbagi keceriaan. "Harapannya acara ini memberikan pesan positif, ada pelajaran peduli lingkungan," kata Rida.

Memang, tema perayaan Natal yang diusung Mal Ciputra kali ini berkisar pada kepedulian terhadap lingkungan "Amazing Green Christmas mulai 7 Desember sampai 2 Januari," imbuh Rida.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau