JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Pembangunan Asia atau ADB menyediakan bantuan tiga juta dollar AS atau Rp 27 miliar untuk menangani akibat bencana letusan gunung Merapi. Bantuan tersebut akan digunakan untuk membangun tempat-tempat tinggal sementara dan pemulihan fasilitas-fasilitas umum, seperti sekolah, pelayanan kesehatan, air bersih, dan sanitasi serta program padat karya bagi para pengungsi untuk membersihkan puing-puing.
"Masih ada ribuan keluarga yang tidak dapat kembali ke desa mereka karena hancur oleh letusan gunung berapi tersebut," ungkap Presiden ADB Haruhiko Kuroda di Manila, Filipina, Jumat (10/12/2010).
"ADB akan melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk membantu pemerintah dengan menyediakan tempat-tempat tinggal sementara dan kebutuhan -kebutuhan penting yang mereka perlukan," imbuhnya.
Data Badan Penanggulangan Bencana Nasional menyebutkan, lebih dari 300 orang tewas dan lebih dari 400.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena letusan Merapi. Banyak pengungsi telah meninggalkan tempat-tempat pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing setelah pemerintah menurunkan tingkat siaga gunung berapi pada awal Desember, atau lebih dari lima minggu sejak gunung mulai meletus. Namun demikian pemerintah memperingatkan, bahwa masih ada bahaya banjir lahar dingin yang dapat merusak rumah dan prasarana.
Hibah 3 juta dollar AS tersebut berasal dari fasilitas dana bantuan ADB, Dana Penanggulangan Bencana Asia Pasifik, yang memberikan hibah secara cepat untuk membantu memulihkan pelayanan umum, dan upaya-upaya penyelamatan kehidupan paska bencana. ADB berkoordinasi dengan Pemerintah Indonesia, PBB dan mitra-mitra pembangunan lainnya dalam menyalurkan bantuan tersebut.
Sebagai informasi, ADB yang berkedudukan di Manila bertekad untuk mengurangi kemiskinan di kawasan Asia dan Pasifik melaui pertumbuhan ekonomi yang melibatkan semua pihak, pertumbuhan yang berwawasan lingkungan secara berkelanjutan dan integrasi regional.
ADB berdiri tahun 1966 dan dimiliki oleh 67 negara anggota dimana 48 diantaranya ada di kawasan Asia. Pada tahun 2009 ADB menyetujui total pinjaman 16,1 miliar dollar AS untuk pembiayaan operasional termasuk pinjaman, hibah, penjaminan, program fasilitas pembiayaan perdagangan, investasi ekuitas dan bantuan teknis. ADB juga memobilisasi pendanaan bersama sebesar 3,2 milliar dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang