Chelsea Melawan Inkonsistensi

Kompas.com - 12/12/2010, 02:51 WIB

london, sabtu - Tottenham Hotspur akan memanfaatkan inkonsistensi permainan Chelsea untuk mengulang kemenangan 2-1 musim lalu. Chelsea harus melawan inkonsistensi permainannya sekaligus mengakhiri catatan tidak pernah menang sejak 2005 di Stadion White Hart Lane.

Chelsea menjalani laga tandang di kandang Tottenham dalam lanjutan Liga Primer, Minggu (12/12) pukul 23.00 WIB. Peringkat tiga klasemen sementara di bawah Manchester United dan Arsenal itu mencoba mengakhiri krisis dengan memperbanyak latihan strategi.

”Kami mengubah beberapa pola latihan untuk menghindari permainan yang sama terulang terus, dan kami lebih banyak berlatih taktik,” ujar Manajer Chelsea Carlo Ancelotti, seperti dikutip The Guardian, Sabtu.

Ancelotti mengakui, latihan terfokus itu tidak bisa langsung mengubah seluruh kondisi yang dialami ”The Blues” selama ini.

”Untuk mengubah situasi ini dibutuhkan sesuatu yang lebih mendetail. Kami harus mencari detail-detail itu. Mereka tidak akan datang dari langit,” ujar Ancelotti.

Mantan pelatih yang sukses membawa AC Milan menjadi macan Eropa ini bakal menurunkan Nicolas Anelka dan Ashley Cole yang diistirahatkan saat melawan Marseille di Liga Champions. Tiga pemain pilar lainnya, Yossi Benayoun, Alex, dan Frank Lampard, masih harus menjalani pemulihan cedera.

Lampard sebenarnya sudah mulai berlatih sejak Jumat dan menjalani sesi yang bagus. Ancelotti akan melihat kondisi terakhir sebelum memutuskan apakah Lampard bisa dimainkan melawan Tottenham atau tidak.

Posisi Alex di lini pertahanan akan diisi oleh Branislav Ivanovic yang berduet dengan John Terry di jantung pertahanan Chelsea. Sementara bek kanan Jose Bosingwa yang tertatih-tatih saat melawan Marseille kemungkinan akan diganti dengan Paulo Ferreira.

”Saat ini, pengalaman, kepribadian, dan karakter merupakan hal yang paling penting. Setiap orang bisa berperan mengangkat tim, bukan hanya pemain-pemain inti,” ujar Ancelotti.

”Pada saat ini pilihannya adalah mati atau memperbaiki hubungan dan menunjukkan karakter. Itulah yang terjadi tahun lalu saat dikalahkan Inter Milan dalam Liga Champions,” ujarnya.

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, juga mendukung langkah yang diambil Ancelotti. Miliarder Rusia itu memahami kondisi tim yang dibeli pada tahun 2003.

Laga di White Hart Lane ini akan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Harry Redknapp untuk mengangkat posisi Tottenham dari posisi lima di bawah Manchester City. Pola permainan menyerang yang membawa Tottenham hingga babak 16 Liga Champions akan tetap dipertahankan, meskipun tanpa kehadiran gelandang Rafael van der Vaart yang cedera hamstring.

”Saya pikir kami bisa melakukannya lagi (menang 2-1 atas Chelsea). Kami perlu menekan mereka seperti yang kami lakukan musim lalu,” ujar kiper Tottenham, Heurelho Gomes.

”Saya pikir mereka sedang labil saat ini, tetapi kami juga perlu berhati-hati karena mereka tetap lawan yang kuat,” ujarnya.

Redknapp sepertinya akan menurunkan sejumlah pemain yang telah lama diistirahatkan karena cedera, seperti Aaron Lennon, Luka Modric, dan Alan Hutton. Sementara ujung tombak akan tetap menjadi milik Jermain Defoe yang semakin tajam dan Peter Crouch.

Menjelang laga antara MU dan Arsenal, perang psikologis semakin panas. Pemain bertahan MU, Patrice Evra, melontarkan pernyataan pedas bahwa Arsenal bukanlah pesaing utama dalam perebutan juara Liga Primer.

”Bagi saya, (Arsenal) adalah pusat pelatihan sepak bola. Saya melihat mereka menikmatinya, tetapi apakah kemudian mereka menjadi juara?” ujar Evra.

Manajer MU Sir Alex Ferguson justru menilai timnya harus mewaspadai Arsenal yang semakin matang dan agresif saat bertemu di Old Trafford pada Selasa dini hari WIB. (Reuters/AFP/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau