BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Beberapa pekan terakhir, bahan bakar premium sulit dicari di sejumlah kabupaten dan kota di Lampung. Pada dini hari, premium di sebagian besar stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Lampung diborong para pengecer.
Kelangkaan premium ini antara lain terjadi sepanjang jalan lintas barat dan tengah Sumatera di Lampung, yaitu mulai dari Gunung Sugih, Lampung Tengah, hingga ke Liwa, Lampung Barat. Lalu, dari Gunung Sugih hingga ke perbatasan Sumatera Selatan.
Berdasarkan pantauan akhir pekan lalu misalnya, pada malam hari, SPBU menghilang di seluruh SPBU 24 jam yang ada di sepanjang jalan lintas tengah dan barat antara Gunung Sugih - Liwa. Papan-papan pengumuman macam premium habis dan untuk sementara tidak melayani terpasang di SPBU-SPBU jalan lintas sepanjang lebih dari 250 kilometer ini.
Di SPBU Cahaya Negeri, Lampung Utara, misalnya, stok premium kosong selama dua hari, sejak Jumat hingga Sabtu dini hari. Langkanya premium, terutama di malam hari ini, terjadi sejak sebulan terakhir ini. Di malam hari, premium hampir selalu kosong.
Berdasarkan pemantauan Kompas, pada dini hari, SPBU-SPBU di wilayah pinggiran ini kerap diserbu oleh pengecer-pengecer. Warga setempat menyebutnya serangan fajar. Para pengecer-pengecer ini membawa banyak jeriken kosong serta antre sejak malam hari.
Seperti di SPBU Cahaya Negeri pada Sabtu (11/12/2010) dini hari, belasan pengecer antre. Puluhan jeriken berukuran 25 liter ditumpuk rapi di depan mesin pengisi. Begitu truk-truk pengangkut BBM yang dinantikan datang pada pukul 02.00 WIB, premium langsung diserbu mereka. Menggunakan sepeda-sepeda motor yang penuh dipasang jeriken, mereka ini mudah ditemui di sepanjang jalan lintas tengah dan timur di Lampung pada malam hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang