Tangsel Ingin Bangun Monorel ke Bandara

Kompas.com - 14/12/2010, 22:53 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, membahas rencana pembangunan monorel rute antara Serpong dan Bandara Soekarno-Hatta untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan Agus Mulyadi di Tangerang, Selasa (14/12/2010), mengatakan bahwa pembangunan monorel akan dimulai dari Stasiun Rawa Buntu, Serpong, hingga Bandara Soekarno-Hatta dengan jarak 28 kilometer.

"Rencana kami, monorel tersebut akan dibangun dari Serpong hingga Bandara Soekarno-Hatta sebagai satu-satunya bandara terdekat," katanya.

Agus mengatakan, monorel tersebut melewati 14 selter, yakni Stasiun Rawa Buntu, Selter Griya Loka (BSD), BSD Junction, WTC Serpong, Alam Sutera, Gading Serpong, Serpong Town Square, Modernland, Stasiun Tangerang, Balaikota Tangerang, Sekar Wangi, Stasiun Garuda, serta Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soekarno-Hatta.

"Gambaran monorel tersebut memang masih prarencana. Namun, karena lokasi yang strategis dan didukung infrastruktur, hal ini mungkin akan terwujud," katanya.

Oleh karena itu, untuk mewujudkannya, proses studi kelayakan akan dilakukan terlebih dulu seiring menggandeng pihak swasta. Bahkan, prarencana tersebut sudah masuk dalam pembahasan tingkat provinsi sebagai langkah dalam penanganan kemacetan.

Hal ini terasa lebih karena Stasiun Rawa Buntu yang akan menjadi stasiun monorel memiliki akses yang mudah untuk disambangi masyarakat. "Ditambah lagi masyarakat Tangerang Selatan sering pergi ke luar daerah dengan transportasi udara. Jadi, monorel akan mempermudah akses," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau