Kontroversi ruuk diy

Pemerintah Didesak Segera Kirim RUUK DIY

Kompas.com - 15/12/2010, 14:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polemik Rancangan Undang-Undang Keistimewaan atau RUUK DIY masih terus berlanjut. Kontroversi masih seputar proses penetapan Gubernur DIY. Anggota Komisi II DPR, Ganjar Pranowo, mengatakan, polemik ini akan lebih produktif jika pembahasan RUUK DIY sudah berlangsung di DPR. Karena itu, dia mendesak pemerintah segera mengirimkan draf RUU tersebut ke Senayan.

"Sebaiknya pemerintah juga mengambil satu sikap yang pasti dan segera kirim ke Senayan, dan Komisi II akan bisa melakukan diseminasi ke Jogja sehingga dialog bisa dibuka secara lebih rasional," kata Ganjar dalam diskusi "RUUK DIY" di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/12/2010).

Menurut dia, berbagai isu yang dilontarkan pemerintah terkait mekanisme pemilihan Gubernur DIY bukanlah "barang baru" dalam perdebatan RUUK DIY. Sejak tahun 2009, menurutnya, mayoritas fraksi di DPR periode 2004-2009 mendukung penetapan.

"Sembilan dari sepuluh fraksi mengatakan penetapan. Itu kalau melihat keputusan di 2009. Apa yang didiskusikan kepada publik, satu pun tidak ada yang baru. Parahnya, yang tidak disetujui diajukan dengan konsep baru, yaitu gubernur utama. Sayangnya, masyarakat Jogja cukup cerdas menangkap itu," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Beberapa hari lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, draf RUUK DIY sudah final dan telah dikirim ke Sekretariat Negara. Draf tersebut akan segera dilayangkan ke DPR dalam waktu dekat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau