Kejuaraan dunia pencak silat

Indonesia Bidik 6 Emas di Nomor Tarung

Kompas.com - 15/12/2010, 17:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Melangkah ke babak final Kejuaraan Dunia Pencak Silat Ke-14, kontingen Indonesia mematok target enam medali emas dari nomor tarung. Sementara jumlah pesilat yang betahan sampai babak final adalah sembilan orang. Mereka terdiri dari tiga pesilat puteri dan enam pesilat putra.

"Untuk babak final kami memasang target minimal 9 medali. 6 dari nomor tarung dan 3 dari nomor seni," ujar Manajer Tim, Edi Prabowo di Jakarta, Rabu (16/12/2010).

Awalnya, jumlah kontingen Indonesia yang bertarung di babak empat besar ini adalah sebanyak 15 pesilat. Sayang, enam diantaranya harus menelan kekalahan atas lawan mereka, yaitu Pujo Janoko, Heriyono, Bagaskoro Sulistyono W, I Wayan Sudarman dan Sofani Rakhmalianti. Sementara Lutfan Budi Santoso juga terpaksa gugur di babak ini karena mencederai Muhammad Taufer Bina BD Razak dari Malaysia.

Dari sembilan atlet yang berlaga peluang enam medali emas tersebut, menurut Edi, terdapat pada Sapto Purnomo (kelas D), I Komang Wahyu Purbaya (kelas E), Pranoto (kelas J), Yudhi Purwadiono (kelas G) serta Rosmiyani (kelas C) dan Tuti Trisnayanti (kelas B) di nomor putri.

"Beberapa dari enam pesilat tersebut sudah tidak lagi berhadapan dengan pesilat Vietnam di final jadi mereka lebih berpeluang," katanya.

Adapun partai final nomor tarung ini akan diselenggarakan pada Jumat (17/12/2010). Sampai berita ini diturunkan enam partai final untuk nomor seni yang terdiri dari singel male, singel female, doubel male, doubel female, team male, team female masih berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau