Gaya hidup

Mencari "yang Gue Banget" di Senayan

Kompas.com - 17/12/2010, 09:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kaum urban Ibu Kota adalah potret  manusia yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan dan tempat kerja. Mereka berangkat ketika hari masih gelap dan tiba di rumah ketika terang tanah sudah sirna. Hidup yang penat.

Pertanyaannya, dengan cara apakah manusia-manusia penghuni Ibu Kota ini menghibur diri? Jawabannya pasti beragam. Bisa jadi, melakoni hobi adalah salah satunya. Seperti apakah hobi masyarakat urban? Silakan sebut: fotografi, musik, olahraga, mode, koleksi pernak-pernik tokoh-tokoh kartun dan manga dari Jepang, serta masih banyak lagi. 

Jika Anda ingin melongok hobi masyarakat Jakarta, silakan datang ke "Lifestyle and Hobby Expo 2010" yang digelar di Jakarta Convention Center, 16-19 Desember ini. Acara ini mungkin bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk akhir tahun. Ada beragam gerai hobi. Bisa jadi, salah satunya adalah hobi Anda.

Untuk bidang fotografi, sebut saja merek-merek terkenal seperti Canon, Olympus, dan Nikon menjadi peserta. Belum lagi Bursa Kamera, Amauw Photo, Lowepro, Xacti Camcorder, HP, atau Darwis Triadi School of Photography.

Bukan hanya produk-produk yang dijual, para pencinta fotografi pun bisa kopi darat di acara ini untuk berbagi pengalaman. Apalagi, panitia juga menggelar sejumlah seminar dan diskusi seputar fotografi.

Sementara itu, di bidang musik, ada Fender, Pearl, Chic's Musik, dan M-Audio. Di bidang olahraga, hadir pula sejumlah brand beken sepeda, seperti Dahon, Deltacycles, Polygon, dan Rodalink. Tak ketinggalan pula sejumlah komunitas offroad dan diving di Indonesia.

Bukan hanya pameran, panitia dari Debindo Mitra Dyantama juga menyuguhkan sejumlah seminar dan diskusi setiap harinya. Pada hari pertama, Kamis (16/12/2010), dua seminar fotografi yang menghadirkan profesional di bidangnya, seperti Novijan Sanjaya dan Johny Hendarta.

Sementara hari ini, Jumat (17/12/2010), selain seminar fotografi, akan digelar pula talk show menarik bertajuk "Wanita dan Diving" pada pukul 17.00. Sabtu dan Minggu, seminar didominasi kembali oleh topik tentang fotografi.

Rina, warga Ciledug, menyempatkan datang ke pameran ini untuk melihat-lihat gerai sepeda lipat di dalam hall. Menurutnya, harga pameran akhir tahun tentu banjir dengan diskon. "Mau lihat-lihat sepeda aja dulu. Katanya pada diskon," ungkapnya.

Tiga gerai besar "berbau" sepeda memang menyediakan diskon sekitar 15 persen untuk penjualan sepeda dan diskon 50 persen untuk aksesorinya. Tentu saja, pada hari pertama gerai-gerai ini sudah diserbu oleh para pencinta sepeda.

Gani, pengunjung yang lain, juga tertarik melihat-lihat di gerai sepeda lipat di dalam hall. Dia juga ingin menimbang-nimbang dulu untuk membeli sepeda. Gani tampak antusias meski sedikit menyayangkan jumlah peserta pameran yang tidak terlalu banyak.

"Ya ini sekalian aja, udah bayar Rp 5.000 gitu masuknya. Tapi ya untunglah ada ini (gerai sepeda), gue banget," katanya sambil tertawa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau