Wenger Tak Terkejut Jumpa Barca

Kompas.com - 18/12/2010, 05:27 WIB

Nyon, Jumat - Manajer Arsenal Arsene Wenger mengaku tak terkejut timnya jumpa Barcelona di babak perdelapan final Liga Champions. Sebelumnya dia sudah memprediksi hal itu dan laga ini akan menjadi tantangan besar. Undian babak 16 besar dilakukan di Nyon, Swiss, Jumat (17/12).

”Saya sudah memperkirakan sebelumnya. Dan, jika saya katakan kami memang menginginkan Barcelona, kalian tidak akan percaya. Saya tidak terlalu memusingkan hasil undian ini karena kami menerima apa yang semestinya kami dapat,” kata Wenger.

Jika Wenger optimistis, kapten ”The Gunners” Cesc Fabregas justru cukup khawatir. Sebelum undian dilakukan Fabregas menyatakan lebih senang bertemu tim Jerman daripada jumpa Barcelona atau Real Madrid.

Ungkapan Fabregas memang bukan tanpa alasan. Dalam sejarah Liga Champions, Arsenal tidak pernah bisa melewati Barca. Musim lalu mereka dihabisi Barca di babak perempat final. Hasil itu mengulangi kegagalan Arsenal sebelumnya di babak final tahun 2006.

Performa Barca musim ini mengagumkan. Barca layak ditakuti tim lain. Mereka memimpin klasemen Liga Spanyol dan memenangi duel derbi Spanyol melawan Real Madrid dengan hasil meyakinkan, 5-0.

Klub Inggris lainnya, Tottenham Hotspur, juga menghadapi tantangan berat. Mereka akan menjajal penguasa Liga Italia saat ini, AC Milan, sebagai pengalaman pertama mereka di babak knock out Liga Champions.

Meski berat, Manajer Tottenham Harry Redknapp mengaku senang bertemu AC Milan. ”Undian bagus dan tantangan besar untuk kami,” kata Redknapp.

Sejauh ini Tottenham sudah menunjukkan sepak terjang yang menawan. Mereka tampil sebagai juara grup dengan melewati juara bertahan Inter Milan.

Striker AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, menegaskan keyakinannya bahwa performa impresif dan kerja keras AC Milan akan mendapat imbalan setimpal berupa gelar juara.

”Kami ingin memenangi semuanya, itu normal. Kami memiliki tiga target, Liga Italia, Liga Champions, dan Coppa Italia. Kami harus berkonsentrasi dan bekerja keras, dan pada akhirnya itu akan terbayar,” ujar Ibra.

Lebih mudah

Berbeda dengan Arsenal dan Tottenham, dua wakil Inggris lainnya, Chelsea dan Manchester United, mendapat lawan yang lebih mudah. Chelsea akan menghadapi juara Denmark, FC Kopenhagen. Sementara Manchester United akan meladeni klub Perancis, Olympique Marseille.

Pelatih Kopenhagen Sol Solbakken menyadari peluang timnya melawan Chelsea. Meski demikian, dia tetap yakin peluang untuk membuat kejutan tetap ada. ”Kami tidak pernah kalah di kandang dalam Liga Champions. Kami juga sudah menghadapi Barcelona dan Manchester United. Dalam sepak bola segala sesuatu bisa terjadi,” ujarnya.

Chief Executive Chelsea Ron Gourlay mengatakan, tidak ada alasan bagi timnya untuk menganggap enteng lawan. ”Hasil undian ini cukup bagus buat kami. Meski demikian, kami tetap harus konsentrasi,” kata Gourlay.

Juara bertahan Inter Milan, yang kini ditangani Rafael Benitez, akan menghadapi Bayern Muenchen. Laga ini menjadi pertandingan ulangan partai final musim lalu. Ketika itu Inter tampil sebagai pemenang dengan hasil akhir, 2-0.

Presiden Inter Massimo Moratti mengatakan, undian ini cukup menarik. ”Ini akan jadi ajang balas dendam untuk mereka. Kami sering bertemu dan kita lihat hasilnya,” kata Moratti.

Real Madrid akan menghadapi lawan tradisionalnya, Olympique Lyon. Bagi Madrid, Lyon seperti kutukan. Musim lalu mereka juga tersingkir dari persaingan oleh Lyon. Wakil Spanyol lainnya, Valencia, akan menantang Schalke. Sementara tim Italia, AS Roma, menghadapi Shakhtar Donetsk.

Laga pertama babak 16 besar Liga Champions akan digelar pada 15-16 Februari, sedangkan laga kedua 22-23 Februari.

(REUTERS/AFP/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau