Transportasi

Penumpang KA Akhir Tahun Tembus 2 Juta

Kompas.com - 18/12/2010, 09:14 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) memproyeksikan kenaikan penumpang pada angkutan Natal dan Tahun Baru 2011 sebesar 0,46 persen atau menembus dua juta penumpang.

"Pada angkutan Natal dan Tahun Baru 2010 jumlah penumpang KA mencapai 1,9 juta penumpang, dan akhir tahun ini kami optimistis bisa menembus angka dua juta penumpang," kata Vice President Public Relations PT KAI Suger Priyono di Bandung, Sabtu (18/12/2010).

Juru bicara PT KAI itu menyebutkan, pengoperasian angkutan Natal dan Tahun baru 2011 akan dilakukan BUMN tersebut mulai 23 Desember 2010 hingga 5 Januari 2011.

Peningkatan penumpang yang signifikan pada KA kelas ekonomi dengan prediksi kenaikannya mencapai 60 persen. Kenaikan juga dipastikan terjadi pada KA kelas komersial, yakni bisnis dan eksekutif, tetapi kenaikan penumpang akhir tahun ini tidak sebanyak musim mudik Lebaran.

"Tiket KA ekonomi tidak ada kenaikan pada angkutan Natal dan Tahun Baru 2010 nanti, sedangkan kereta komersial disesuaikan dengan tarif batas atas," kata Sugeng.

Meski dipastikan mengalami peningkatan jumlah penumpang pada angkutan akhir tahun itu, tetapi PT KAI tidak memberlakukan KA tambahan. Perusahaan negara angkutan massal itu hanya akan menambah rangkaian KA masing-masing untuk kapasitas 50 penumpang untuk setiap rangkaiannya.

Selain itu, untuk kereta kelas bisnis, diberlakukan toleransi angkutan hingga 125 persen dari kondisi normal.

Sugeng menyebutkan, jumlah sarana yang disiapkan untuk angkutan akhir tahun, PT KAI menyiapkan sebanyak 1.194 unit kereta dan 167 lokomotif.

Sementara untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di jalur, disiapkan AMUS dan alat berat di beberapa stasiun strategis dan kawasan rawan longsor serta menyiapkan lokomotif cadangan di Cikampek, Banjar, Semarang Poncol, Madiun, dan Kertosono.

Kepala Humas PT KAI Daop II Bandung Bambang Setya Prayitno menyebutkan, pemesanan tiket angkutan Natal dan Tahun Baru 2011 sudah di atas 70 persen. Bahkan untuk hari-hari tertentu, seperti 27-29 Desember, okupansinya sudah cukup tinggi.

"Pemesanan tiket kelas bisnis dan eksekutif dilakukan melalui reservasi sejak sebulan sebelum keberangkatan, beberapa rangkaian ke timur untuk pemberangkatan hari tertentu bahkan sudah habis terjual," kata Bambang.

PT KAI Daop II Bandung mengoperasikan tujuh KA komersial dan tiga KA kelas ekonomi ke jurusan timur. Ketujuh KA kelas komersial itu adalah KA Argo Wilis, Turangga, Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya), Lodaya Pagi dan Lodaya Malam (Bandung-Solo), KA Harina (Bandung-Semarang), dan KA Malabar (Bandung-Malang).

Sementara KA ekonomi yang diberangkatkan dari Bandung adalah KA Kahuripan (Bandung-Kediri), Pasundan (Bandung-Surabaya), dan KA Kutojaya Selatan (Bandung-Kutoarjo).

"KA Argo Parahyangan juga diprediksi mengalami peningkatan signifikan, terutama arus wisata dan liburan," kata Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau