Matahari terik menyengat Kota Jayapura, Papua. Di bawah tenda putih raksasa yang terpasang di halaman Kantor Penerangan, Jalan Percetakan, Jayapura, sekitar 50 perempuan pedagang Papua dengan penuh sukacita menari Yosim Pancar sambil berkeliling dan meliuk-liuk mendendangkan lagu-lagu tradisional Bumi Cenderawasih. Mereka girang karena delapan tahun perjuangan dan pengharapan memiliki lokasi berjualan yang layak akhirnya membuahkan hasil.
Mama-mama, sebutan untuk kaum perempuan yang berdagang itu, mulai Senin (20/12) menempati meja-meja berjualan. Mereka menggelar berbagai dagangan, mulai dari pinang, sayuran, buah, hingga aneka kerajinan tangan. Pemerintah Provinsi Papua akhirnya menyediakan pasar sementara di Jalan Percetakan, tepat di halaman Kantor Penerangan (kini Dinas Komunikasi dan Informatika).
Tenda berwarna putih yang disangga tiang-tiang baja itu mampu menampung lebih
Pedagang yang mengisi pasar sementara sebagian besar penjual sayur dan buah yang setiap petang hingga malam biasanya berjualan dengan duduk berselonjor di halaman parkir Swalayan Gelael dan emperan toko di sekitarnya. Mereka telah bertahun-tahun berjualan di halaman dan emperan beratapkan langit tanpa penerangan.
Sejak 2002, mereka berjuang menuntut pemerintah agar menyediakan pasar bagi mama-mama pedagang asli Papua. Bahkan, tahun 2008 pernah dibentuk Panitia Khusus DPR Papua tentang mama-mama pedagang asli Papua, tetapi tidak membuahkan hasil.
Pemkot Jayapura pernah bersedia membangunkan pasar di daerah Base-G, atau berjarak sekitar 7 kilometer dari Gelael. Karena terlalu jauh dari kota, pasar itu ditolak oleh mama-mama yang didampingi Serikat Keadilan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura.
Pada 14 September 2009, sekitar 200 perempuan pedagang yang tergabung dalam Solidaritas Mama-mama Pedagang Asli Papua (Solpap) nekat menggelar demonstrasi di Gedung Negara, tempat biasanya Gubernur Papua Barnabas Suebu berkantor. Saat itu mama-mama dijanjikan dicarikan lokasi dekat Gelael, atau tetap di dalam kota.
Pemprov memilih lokasi bekas kantor bus Damri yang berjarak sekitar 300 meter dari Gelael, masih di Jalan Percetakan. Namun, ternyata areal kantor Damri masih dikelola Kementerian Keuangan.
Akhirnya Pemprov Papua mendirikan pasar sementara di halaman Kantor Penerangan yang berjarak 200 meter dari Gelael. Barnabas Suebu berharap, kurang dari lima tahun ke depan, lokasi kantor bus Damri telah dikembalikan ke pemprov dan bisa segera dibangun pasar permanen bagi mama-mama.
Bruder Rudolf Kambayong, pendamping Solpap dari SKP, mengatakan, pembangunan pasar sementara telah menunjukkan niat baik pemprov memerhatikan nasib mama-mama. Ia menilai berjualan di bawah tenda jauh lebih baik ketimbang berjualan di emperan toko.
Yuli Mambrasar (55), mama yang biasa berjualan pinang di emperan Toko Aneka, dekat Swalayan Gelael, mengaku senang dengan penyediaan pasar sementara. Yuli yang sejak 1990 berjualan dengan menumpang di emperan toko kini memiliki tempat berjualan sendiri.
Saat malam hari ada lampu yang tergantung di bawah tenda. Dengan tempat berjualan yang lebih nyaman dan lokasi pasar berada dalam kota, ia pun sangat yakin pasar sementara ini akan ramai dikunjungi pembeli.
Gubernur Barnabas Suebu mengatakan, pasar sementara dikhususkan bagi mama-mama pedagang asli Papua. ”Untuk saudara-saudara kita pendatang bisa berjualan di tempat lain. Ini merupakan kebijakan
Gubernur menjelaskan, penyediaan pasar sementara akan menjadi contoh dan pendidikan cara berdagang bagi orang asli Papua. Mama-mama pun didorong untuk mengelola koperasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Selain menyediakan lokasi, pemprov juga menyerahkan stimulus berupa bantuan uang tunai Rp 5 juta bagi tiap pedagang, truk pengangkut barang, dan rekomendasi untuk mendapatkan kredit ringan dari Bank Papua.
Gubernur bakal berusaha memperjuangkan pengembalian aset kantor bus Damri supaya dapat digunakan untuk pasar permanen bagi masyarakat. Namun, ia meminta mama-mama untuk sementara tetap berusaha dan berdagang di bawah tenda. Ia mengharapkan pasar sementara menjadi kado Natal yang indah dan berguna bagi mama-mama serta keluarganya.