Bola basket

Basket Putri Bisa Bersaing di SEAG

Kompas.com - 23/12/2010, 03:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Tim bola basket putri seharusnya memiliki peluang besar untuk menggaet medali pada SEA Games 2011 di Jakarta dan Palembang. Hal itu tercapai asalkan pemusatan latihan dilakukan secara intensif sejak Januari 2011.

Beberapa pemain basket putri mengatakan hal itu di sela-sela jumpa pers pemberian bonus untuk pemain tim Institut Perbanas yang menjuarai Liga Basket Mahasiswa Nasional, Rabu (22/12). Pemain basket dari klub Tomang Sakti, Cecilia Dwi Maya, mengatakan, pemusatan latihan seharusnya paling lambat dimulai Januari 2011, meskipun itu sudah mepet.

”Kalau memang tim putri benar-benar mau diikutkan di SEA Games, persiapan harus dimulai sekarang,” kata Cecil, yang juga asisten pelatih di tim Perbanas.

Hal senada dikatakan beberapa pemain putri, seperti Fanny Kalumata dan Wulan Ayuningrum. Harapan yang demikian besar itu ditujukan kepada pengurus Persatuan Basket Seluruh Indonesia, demi untuk keberhasilan tim putri nasional.

”Beberapa kali kami diberitahu, katanya mau bermain di SEA Games. Tapi ya cuma pembicaraan sambil lalu, tidak ada kelanjutannya. Soal pelatnas, kami belum tahu dan belum ada pemanggilan,” kata Fanny.

Rasa optimistis Cecil ini masuk akal. Ia pada akhir Oktober 2010 mewakili tim nasional Indonesia bertanding pada kompetisi bola basket putri SEABA di Filipina. Persiapan minim dan tim Indonesia mengirim pemain-pemain muda. Namun ternyata, Indonesia bisa mengalahkan tim Singapura.

Pada laga SEABA itu, Filipina berada di posisi pertama, Thailand di posisi kedua, Malaysia di tempat ketiga, Indonesia keempat, dan Singapura di posisi juru kunci.

”Terus terang, hasil itu memberi rasa optimistis yang besar di diri para pemain putri. Kami yang tanpa persiapan ternyata bisa. Saya yakin, kalau mulai sekarang dipersiapkan lebih intensif, kami bisa menggaet medali,” papar Cecil bersemangat.

Untuk menyaingi Thailand dan Filipina jelas sulit. ”Mereka sudah jauh. Namun, tim negara yang lainnya saya rasa kita mampu,” sambung Cecil.

Bagi Fanny, yang dibutuhkan Perbasi saat ini adalah keseriusan. ”Pelatnas Indonesia enggak jelek-jelek amat kok. Maksudnya, jika persiapan matang, saya bahkan yakin kita bisa sampai final,” tuturnya.

Bubarnya kompetisi bola basket putri antarklub, Kobanita, membikin jagat bola basket putri Tanah Air seakan mati suri. Meski sejumlah klub masih bertanding di Divisi Satu. ”Saya berharap, dengan Pak Anggito (Abimanyu) sebagai Ketua Umum Perbasi yang baru, saatnya basket putri bangkit. Yang dipanggil pelatnas sebaiknya pemain muda digabung dengan pemain senior,” ujar Cecil.

Ketua Umum Perbasi, Anggito Abimanyu ketika dihubungi mengatakan, komitmen Perbasi untuk memajukan basket putri sudah jelas ada. ”Hanya saya belum tahu kekuatannya saat ini bagaimana. Untuk itulah saya akan bertemu dulu dengan para pengurus secepatnya, Senin depan. Pasti setelah itu akan ada aksi yang kami lakukan,” ujarnya.

Anggito gembira melihat semangat para pemain basket putri Indonesia untuk bangkit. ”Pasti kalau untuk SEA Games, persiapan harus matang. Nantilah saya kabari bagaimana tindak lanjutnya,” ujarnya. (IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau