Daur ulang

Plastik Kado Natal Jangan Asal Dibuang

Kompas.com - 25/12/2010, 13:20 WIB

KOMPAS.com - Rata-rata kita menghabiskan 120 gram plastik untuk membungkus kado Hari Natal. Jumlah itu akan terakumulasi sebanding dengan jumlah orang yang menggunakannya. Terlebih penting lagi menyangkut isu lingkungan, karena hampir seluruhnya tak bisa didaur ulang.

Tapi, kini ada inovasi baru dari para ilmuwan di Universitas Warwick, Inggris. Para ilmuwan tersebut berhasil mengembangkan sebuah teknik sehingga 100 persen plastik yang digunakan bisa didaur ulang, dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana dan digunakan lagi untuk membuat produk lain.

Teknik yang dimaksud bernama pyrolisis, sebuah teknik penguraian yang didasarkan pada penggunaan panas dalam kondisi tanpa oksigen untuk mengubah senyawa kompleks menjadi sederhana. Teknik ini dikatakan bisa mengubah polimer polystyrene menjadi monomernya, styrene.

Dikatakan ilmuwan-ilmuwan tersebut, senyawa plastik yang telah diuraikan dengan teknik ini bisa diolah lagi menjadi berbagai produk. Teknik ini menghasilkan lilin yang bisa digunakan untuk lubricant, monomer styrene yang bisa digunakan untuk membuat polystyrene lagi, serta karbon yang bisa digunakan sebagai pewarna cat ataupun ban.

Saat ini, teknik yang semula dikembangkan dalam skala laboratorium tersebut tengah diuji untuk bisa diaplikasikan dalam skala industri. Warwick Ventures, unit di Universitas Warwick yang bertanggungjawab dalam transfer teknologi pengembangan ini berharap, teknik tersebut bisa diaplikasikan di wilayah setempat.

"Kami mengharapkan adanya pabrik yang bisa mengolah 10.000 ton pastik per tahun. Setiap reaktor nantinya bisa menghasilkan senyawa kimia yang nilainya mencapai 5 juta pound," ucap Professor Jan Baeyens, ilmuwan yang turut mengembangkan teknik ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan, setiap reaktor yang nantinya digunakan bisa menghemat biaya pengelolaan sampah sebesar 500 ribu pound.

"Karena kebutuhan energinya hanya 50 ribu pound per tahun, maka teknik ini secara komersial sangat menarik bagi industri," imbuhnya.

Selain bisa digunakan untuk mendaur ulang plastik pembungkus kado natal, teknik tersebut juga dapat digunakan untuk mengolah produk-produk plastik rumah tanggga lainnya. Teknik ini dikatakan jauh lebih efektif dari teknik pengolahan plastik saat ini yang hanya mampu mengolah 12 persen plastik saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau