LANGKAT, KOMPAS.com - Ngogesa Sitepu, Bupati Langkat, Sumatera Utara, mengatakan, alih fungsi lahan pertanian perlu diantisipasi sebelum menjadi ancaman serius terhadap keberadaan lahan pertanian pangan.
"Bila itu dibiarkan, Langkat akan sulit memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa yang akan datang," kata Ngogesa Sitepu di Stabat, Minggu (26/12/2010).
Dikatakan, walaupun Langkat mampu mencapai swasembada beras, hendaknya tidak membuat semua pihak menjadi terlena.
"Untuk langkah selanjutnya banyak tantangan dan hambatan yang akan kita hadapi, selain alih fungsi lahan yang harus menjadi perhatian serius, juga masih minimnya sarana irigasi," ucapnya.
Selain itu juga, lanjut dia, kemungkinan terjadinya bencana alam seperti banjir dan kekeringan. Langkat sempat berhasil mempertahankan swasembada pangan beras. Ini dapat dilihat dari data statistik pertanian tahun 2009, di mana produksi beras mencapai 257.118 ton, sementara kebutuhan beras sebanyak 137.561 ton, sehingga terjadi surplus beras sebesar 119.557 ton, katanya.
Namun demikian, di tahun 2011 mendatang, bagaimanapun ancaman harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat petani, agar upaya mempertahankan swasembada beras tetap bisa di pertahankan.
Untuk itulah, Ngogesa Sitepu berharap agar Dinas Pertanian Langkat maupun juga para petani dapat bekerja lebih giat dan disiplin, agar Langkat terhindar dari kerawanan pangan.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat H Basrah Daulay mengatakan, untuk tetap mempertahankan swasembada pangan, perlu juga dipikirkan menggunakan bahan pangan lain pengganti beras.
Misalnya, ubi kayu, ubi jalar, keladi, sehingga bahan pangan menjadi semakin beragam, dan tidak semata-mata hanya mengandalkan beras.
Selain itu pula program diversiifikasi pangan dan gizi, merupakan salah satu upaya pula untuk jangka panjang yang dapat mengurangi konsumsi beras, bila areal pertanian semakin berkurang.
"Namun karena Presiden telah mensahkan Undang undang Nomor 41/2009, tentang perlindngan lahan pertanian pangan berkelanjutan, maka diharapkan lahan pertanian kita tetap bertahan, bila perlu semakin bertambah adanya," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang