JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengatakan, pada 2011 mendatang partainya melarang keras kader-kader PKB mengikuti studi banding ke luar negeri tanpa alasan yang jelas. Menjelang akhir 2010, kegiatan studi banding ke luar negeri yang dilakukan anggota DPR mendapat sorotan, bahkan kecaman.
"Tahun 2010 kita masih menolerir, tapi tahun 2011 tanpa kepentingan dan alasan jelas kader PKB dilarang ke luar negeri," kata Muhaimin, yang biasa disapa Cak Imin ini, dalam Pidato Refleksi Akhir Tahun 2010, di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2010) malam.
Cak Imin mengatakan, anggaran studi banding ke luar negeri sebaiknya dialokasikan ke hal-hal yang menjadi prioritas.
"DPR memang harus ke luar negeri tapi tidak harus sama rata sama rasa sehingga harus banyak yang ke luar negeri yang menyebabkan masyarakat tidak percaya," ujarnya.
Para wakil rakyat juga diharapkan bisa lebih menyerap aspirasi masyarakat. Pada 2010, ia juga menilai semangat "politik untuk politik" sangat dominan. Tahun 2011 mendatang, para pelaku politik, lanjut Cak Imin, harus mengubah orientasi politik ke arah kesejahteraan.
"Sehingga politik bisa jadi sarana untuk percepatan pembangunan, pencapaian keadilan dan kemakmuran. Politik untuk politik hanya menimbulkan kejenuhan dan ketidakpercayaan," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang